DETAIL DOCUMENT
Menelaah Penghayatan Hidup Berkeluarga dalam Novel Suara Samudra Karya Maria Matildis Banda dari Perspektif Ensiklik Familiaris Consortio dan Relevansinya bagi Kehidupan Keluarga Dewasa Ini
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
BATAONA, Silvester Lewolema
Subject
249 Kehidupan keluarga dalam ajaran Kristiani 
Datestamp
2023-07-10 03:41:54 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menelaah penghayatan hidup berkeluarga dalam Novel Suara Samudra dari perspektif Ensiklik Familiaris Consortio dan (2) melihat relevansinya bagi kehidupan keluarga dewasa ini. Metode yang dipakai penulis ialah deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan Novel Suara Samudra dan Ensiklik Familiaris Consortio sebagai dua sumber utama dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. Selain itu, penulis juga melengkapi tulisan ini dengan mencari dan mendapatkan informasi dari sumber-sumber lain yakni dari buku-buku, ensiklopedi, kamus, dan majalah-majalah sebagai sumber tambahan dalam menyelesaikan tulisan ilmiah ini. Metode yang dipakai penulis ialah deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan Novel Suara Samudra dan Ensiklik Familiaris Consortio sebagai dua sumber utama dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. Selain itu, penulis juga melengkapi tulisan ini dengan mencari dan mendapatkan informasi dari sumber-sumber lain yakni dari buku-buku, ensiklopedi, kamus, dan majalah-majalah sebagai sumber tambahan dalam menyelesaikan tulisan ilmiah ini. Novel Suara Samudra adalah novel yang mengisahkan tentang kehidupan dua keluarga yang sedang mengalami berbagai persoalan. Persoalan hidup yang digambarkan dalam novel ini secara tegas menyatakan hilangnya penghayatan hidup berkeluarga yang ideal menurut Ensiklik Familiaris Consortio. Hilangnya penghayatan hidup berkeluarga dalam kisah Novel Suara Samudra, menjadi cerminan nyata wajah keluarga saat ini. Situasi historis keluarga-keluarga saat ini nampak sebagai percaturan antara terang dan kegelapan. Ada keluarga-keluarga yang berusaha menghayati secara sungguh nilai-nilai luhur perkawinan dan berusaha menghidupinya. Akan tetapi ada keluarga-keluarga yang kehilangan arah bahkan hampir tidak sadar lagi akan makna dan tujuan perkawinan dan hidup berkeluarga. Melihat realitas kehidupan yang ada, Gereja merasa terpanggil untuk memberikan bantuan dan keprihatinannya. Gereja bermaksud untuk menyajikan bantuannya kepada keluarga-keluarga saat ini yang sudah dengan setia menghayati perkawinan dan hidup berkeluarga dan membangkitkan serta menuntun keluarga-keluarga yang kehilangan arah bahkan ragu-ragu tentang tujuan pernikahan dan hidup berkeluarga. Bantuan dan perhatian Gereja termuat dalam Surat Apostolik Familiaris Consortio. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO