DETAIL DOCUMENT
Peran Media Sosial Terhadap Penguatan Iman Umat Di Tengah Pandemi Covid-19
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
LADO, Marianus
Subject
248 Pengalaman, praktik dan hidup Kristiani 
Datestamp
2023-07-24 00:11:52 
Abstract :
Tujuan utama penulisan skripsi ini ialah menelaah peran media sosial terhadap penguatan iman umat di tengah pandemi Covid-19. Hadirnya pandemi Covid-19 memberi dampak buruk dalam kehidupan manusia. Covid-19 seakan-akan telah merampas kebebasan manusia sebagai makhluk sosial. Alhasil, Gereja sebagai tempat peribadatan umat Katolik harus ditutup sementara waktu. Berhadapan dengan situasi demikian, Gereja mencari alternatif lain yakni dengan melakukan pewartaan melalui media sosial yang ada. Pemanfaatan media sosial dimaknai sebagai wujud tanggung jawab Gereja terhadap domba-domba gembalaannya. Metode penelitian yang digunakan yakni pendekatan studi kepustakaan. Penulis mencari berbagai sumber dari literatur-literatur yang sesuai dengan tema yang diangkat penulis dalam karya ilmiah ini. Penulis juga menambahkan beberapa hal yang sekiranya sesuai dengan pengamatan atau pengalaman yang dialami langsung oleh penulis. Berdasarkan penelitian ini penulis menyoroti beberapa poin utama yang praktis dan berguna, diantaranya: (1) Hadirnya Pandemi Covid-19 tidak serta-merta membuat Gereja menjadi kaku dan melepaskan domba gembalaannya begitu saja. Gereja memahami bahwa pada masa sulit ini umat sangat membutuhkan dukungan spiritual yang bisa mengokohkan iman dan pengharapan mereka. Maka dengan berbagai fitur yang ditawarkan oleh media sosial, Gereja berusaha untuk tetap eksis mewartakan injil, meskipun dengan situasi yang kurang memungkinkan. Media sosial menjadi alternatif utama bagi Gereja untuk terus mewartakan karya keselamatan Allah selama pandemi Covid-19. (2) Selama pandemi Covid-19 umat memiliki kerinduan yang hakiki untuk tetap kuat dalam imannya, karena hampir semua praktik peribadatan di Gereja dan doa bersama ditiadakan. Umat seakan-akan harus berpisah sejenak dengan Gereja. Namun, umat Katolik tetap mendapatkan madu-madu rohani yang dibagikan oleh para pewarta melalui media sosial. (3) Gereja melalui para pewarta dituntut untuk mampu dan bisa memanfaatkan media sosial yang ada demi kepentingan Gereja dan umat Katolik. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO