Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami secara mendalam peran media sosial bagi pewartaan injil menurut Ensiklik Evangelii Nuntiandi di tengah kemajuan teknologi informasi yang terjadi saat ini, (2) Menyadarkan para pembaca, bahwa media sosial bukan hanya digunakan sebagai media komunikasi belaka, melainkan sebagai media komunikasi dan edukasi iman, (3) menyadarkan dan menuntun umat beriman bahwa media sosial adalah sarana dan cara baru untuk menyebarluaskan pesan injil kepada semua orang.
Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini ialah metode kepustakaan. Penelitian kepustakaan ini dilakukan dengan cara mencari dan mempelajari berbagai sumber atau refrensi tulisan dari buku-buku, jurnal, dukumen Gereja seperti; dokomen konsili vatikan II dan ensiklik evangelii nuntiandi sebagai sumber utama, serta sumber-sumber dari internet yang berkaitan dengan tema penulisan skripsi ini.
Berdasarkan hasil penelitian kepustakaan disimpulkan bahwa pewartaan injil di tengah kemajuan teknologi informasi mesti menempuh jalan baru. Paul Paulus VI, melalui ensiklik Evangelii Nuntiandi menegaskan bahwa pewartaan injil mesti sesuai dengan konteks budaya zaman modern agar tetap efektif. Media sosial merupakan salah satu media komunikasi yang lahir di zaman modern dan banyak diminati oleh masyarakat pada umumnya. Media sosial berperan penting untuk melaksanakan karya misioner Gereja terkhusus dalam karya pewartaan injil kepada siapa saja. Karakter media sosial yang mengglobal tanpa batas mampu menjangkau orang-orang yang berada di kejauhan baik yang sudah menerima pewartaan maupun yang belum menerima pewartaan.