DETAIL DOCUMENT
Peran Budaya Sastra Lisan Dalam Ritual Adat Seju Pou Bagi Masyarakat Desa Ladolaka Di Kecamatan Palue
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
BHAGA, Fransiskus
Subject
392 Adat istiadat setempat 
Datestamp
2023-07-06 04:27:35 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperkenalkan budaya ritual adat seju pou pada masyarakat Ladolaka Palue dan (2) menjelaskan nilai dan arti sastra lisan dalam ritual adat seju pou serta menggambarkan makna yang terkandung di dalam ritual adat seju pou tersebuat kepada generasi sebagai pewaris sastra lisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan dan kajian kepustakaan. Objek yang diteliti adalah peran nilai sastra lisan dalam ritual adat seju pou bagi masyarakat Ladolaka Kecamatan Palue. Penulis menggunakan dua sumber data yakni primer dan sekunder. Sumber primer mencakup data-data yang penulis peroleh dari hasil wawancara dengan tokoh-tokoh adat dan beberapa tokoh masyarakat yang terlibat aktif dalam ritual adat seju pou. Sedangkan sumber data sekunder mencakup sumber yang penulis peroleh dan mengumpulkan dari berbagai sumber dalam perpustakaan dan media online. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik interaktif yakni melakukan wawancara secara langsung dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat. Langkah-langkah yang ditempuh penulis dalam mewawancarai narasumber adalah pertama, membuat daftar pertanyaan, meminta izin kesediaan dari narasumber untuk diwawancarai dan melakukan wawancara. Kedua, mengumpulkan hasil wawancara dan mempelajari beberapa teori yang relevan dengan tema penelitian. Ketiga, mencatat dan menganalisis semua data dan kutipan hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian lapangan dan kepustakaan disimpulkan bahwa kebudayaan masyarakat desa Ladolaka dalam ritual adat seju pou memberi pengaruh baik positif maupun negatif bagi kehidupan masyarakat. Dampak positif dari ritual seju pou bagi masyarakat desa Ladolaka antara lain, pertama, menciptakan suatu peristiwa rekonsiliasi atau pemulihan antara manusia dengan Tuhan sebagai Wujud Tertinggi, manusia dengan alam, dan manusia dengan leluhur. Kedua, menyadarkan masyarakat desa Ladolaka pada khususnya dan masyarakat Palue terutama generasi muda agar lebih peka terhadap budaya-budaya lisan yang dianggap kuno. Maka dari itu, sebagai pribadi yang berpengetahuan dalam ruang lingkup filsafat, penulis ingin menghantar masyarakat terutama generasi sebagai pewaris kebudayaan kepada suatu pemahaman dan menyadarkan masyarakat untuk selalu berpikir sebelum bertindak. Generasi sebagai pewaris harus pintar dalam memilih hal mana yang lebih diprioritaskan. Segala nila-nilai budaya dalam ritual adat seju pou yang terjadi hendaknya menghantar masyarakat pada suatu kehidupan yang damai, harmonis dan tenteram baik terhadap Tuhan, alam dan leluhur. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO