DETAIL DOCUMENT
Persoalan Penggunaan Kontrasepsi Artifisial di Indonesia Dalam Terang Ensiklik Humanae Vitae Paus Paulus VI
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
SEMA, Arnoldy Jansen Purnama
Subject
249 Kehidupan keluarga dalam ajaran Kristiani 
Datestamp
2023-07-11 04:14:00 
Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk : pertama, mendeskripsikan kontrasepsi artifisial sebagai salah satu sarana dari Keluarga Berencana (KB) untuk mengatur kelahiran dan menekan angka kelahiran di Indonesia. Kedua, menjelaskan ajaran ensiklik Humanae Vitae Paus Paulus VI tentang pengaturan kelahiran untuk meninjau persoalan penggunaan kontrasepsi artifisial di Indonesia. Metode yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode deskriptif analitis kritis dengan obyek kajian penggunaan kontrasepsi artificial dan ensiklik Humanae Vitae Paus Paulus VI . Adapun sumber utama dalam karya ilmiah ini adalah dokumen ensiklik Humanae Vitae tentang pengaturan kelahiran. Selain itu, sumber-sumber lain dalam penulisan karya ilmiah ini adalah buku-buku, dan artikel- artikel yang relevan dengan tema yang dibahas. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa, 1) kontrasepsi artifisial lebih banyak digunakan oleh pasangan menikah ketika menjalankan program Keluarga Berencana. Hal ini karena metode ini dianggap lebih praktis dan mudah dalam mengatur kelahiran di tengah kesadaran bahwa hubungan seksual penting dan permasalahan kependudukan di Indonesia harus segera diatasi demi kelangsungan pembangunan negara. Adapun sasaran langsung dari program Keluarga Berencana (KB) adalah para pasangan menikah usia subur. 2) berdasarkan telaah penulis, ensiklik Humanae Vitae menolak praktek-praktek pengaturan kelahiran dengan kontrasepsi artifisial. Hal ini disebabkan karena dalam penggunaan metode kontrasepsi artifisial, kedua makna tindakan persetubuhan, yakni makna unitif dan makna prokreasi dipisahkan dengan tidak mengindahkan kodrat alamiah siklus kesuburan reproduksi tubuh manusia khususnya tubuh perempuan. Pemisahan ini tentu bertolak belakang dengan prinsip-prinsip moral Gereja Katolik terutama tentang makna persetubuhan yang mengharuskan pelaksanaan secara integral kedua makna tersebut dalam hubungan persetubuhan dengan memperhatikan kodrat alamiah siklus tubuh manusia khususnya tubuh perempuan. Dalam hal ini, pemakaian alat kontasepsi artifisial dengan sengaja tidak melaksanakan makna prokreasi dan tidak mengindahkan kodrat alamiah siklus kesuburan reproduksi tubuh manusia. Untuk menghindari hal ini, ensiklik Humanae Vitae menawarkan metode keluarga berencana alamiah (KBA) dalam usaha pengaturan kelahiran. Metode KBA ini dilakukan dengan menerapkan pantang berkala dalam arti tidak melakukan hubungan persetubuhan dalam masa subur istri. Secara moral metode ini dianggap lebih baik karena memanfaatkan fasilitas kodrat alamiah yakni siklus kesuburan reproduksi manusia. Selain itu, dengan memanfaatkan siklus alamiah ini, pribadi manusia dilihat secara utuh bukan sebagai obyek untuk dimanipulasi. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO