Abstract :
Tujuan penulisan skripsi ini ialah pertama, menjelaskan secara umum pengaruh media
sosial bagi perkembangan pendidikan di era digital. Kedua, menjelaskan realitas penggunaan
media sosial dan dampaknya bagi siswa-siswi di SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere.
Ketiga, menawarkan solusi alternatif dari masalah penyalahgunaan media sosial di SMAK Santa
Maria Monte Carmelo sebagai upaya untuk memudahkan siswa-siswi dalam mengakses sumber
ilmu pengetahuan melalui media sosial.
Untuk mencapai tujuan penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), di mana penulis membaca dan
menemukan referensi dari buku dan jurnal tentang media sosial. Penulis juga melakukan
wawancara dengan siswa-siswi dan para guru di SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere,
seputar penggunaan media sosial. Dari hasil wawancara tersebut penulis berusaha menganalisis
data untuk menemukan pengaruh media sosial bagi perkembangan pendidikan di lembaga tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan beberapa pengaruh negatif dari
penggunaan media sosial yang dialami oleh siwa-siswi SMAK Santa Maria Monte Carmelo
Maumere. Pertama, siswa-siswi menjadi malas belajar. Adanya perkembangan teknologi melalui
media sosial (laptop, hp dan barang-barang elektronik lainnya serta jaringan internet) yang
seharusnya dapat memudahkan siswa-siswi dalam belajar, justru membuat siswa menjadi malas
belajar. Kedua, mentalitas cari gampang. Ketergantungan siswa-siswi terhadap barang-barang
elektronik menjadi sangat kuat sehingga mereka tidak menjadi terbiasa untuk mencatat apa yang
dijelaskan oleh guru; mereka lebih cenderung menunggu materi yang akan dibagikan ke dalam
grup atau menyalinnya dari internet. Ketiga, para siswa/i tidak bisa mengontrol diri. Penggunaan
media sosial yang berlebihan telah membuat mereka menjadi pribadi yang sulit dikendalikan
dalam berinteraksi atau berkomunikasi dengan sesama di dunia nyata. Keempat, para siswa/i
kurang bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan guru kepada mereka.
Dampak negatif lain yang dirasakan oleh para guru atau pendidik dan oleh pihak sekolah
sendiri, yakni menurunnya prestasi belajar dan pola tingkah laku para peserta didik. Dengan
demikian penulis merekomendasikan agar pihak sekolah, para guru dan pihak-pihak lain perlu
mengatur dan mempertimbangkan secara matang penggunaan media sosial bagi para peserta didik.
Jika sekolah tetap mempertahankan pembelajaran menggunakan media sosial, maka dibutuhkan
metode dan pola pembelajaran yang strategis agar berdampak baik bagi perkembangan intelektual
dan kepribadian para peserta didik di SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere ke depan.