Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mempresentasikan dan menelaah persoalan
perselingkuhan dalam keluarga Katolik menurut perspektif Familiaris Consortio. Metode yang
digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode analisis kepustakaan atau metode
kualitatif. Penulis mencari, mempelajari dan mengumpulkan data-data tekstual yang sesuai
dengan tema tulisan seperti, anjuran apostolik Familiaris Consortio sebagai sumber utama,
dokumen-dokumen gereja, buku-buku, jurnal, majalah, dan literatur-literatur online. Data-data
itu kemudian di analisa menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian
ditemukan bahwa minimnya kesadaran akan makna panggilan Allah untuk mencinta dalam
keluarga Katolik mengakibatkan pasangan suami istri melakukan perselingkuhan sehingga
berujung pada perceraian. Perceraian tentunya sangat mengancam keutuhan dalam keluarga
Katolik.
Fenomena perselingkuhan menurut perspektif Familiaris Consortio praktisnya, telah
menggambarkan suatu perilaku menyimpang yang merujuk pada suatu bentuk penolakan akan
rencana dan kehendak Allah yang berakar dalam cinta kasih. Panggilan Allah untuk saling
mencinta tidak lagi menjadi spiritualitas dalam membangun hidup berkeluarga.
Melihat situasi ini, penulis menyikapi fenomena perselingkuhan dalam keluarga
Katolik saat ini seturut anjuran apostolik Familiaris Consortio. Panggilan untuk hidup
berkeluarga merupakan panggilan untuk hidup mencinta seturut rencana dan kehendak Allah
sendiri. Melalui anjuran apostolik Familiaris Consortio Paus Yohanes Paulus II menekankan
betapa pentingnya memaknai rencana dan kehendak Allah melalui perkawinan. Dalam hal ini,
anjuran apostolik Familiaris Consortio menyadarkan kembali makna terdalam perkawinan
dalam keluarga Katolik yang perlu menjadi spiritualitas dalam menghidupi keluarga Katolik
saat ini, yang sedang diterpa oleh bahaya perselingkuhan.