Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
LEVE, Polikarpus
Subject
155 Psikologi diferensial dan psikologi perkembangan
Datestamp
2023-07-07 00:53:11
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam makna dan upaya pembentukan
karakter yang didasarkan pada kisah perumpamaan anak yang hilang (Luk. 15:11-32).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif atau
metode penelitian kepustakaan dengan mencari, mendalami, dan menganalisis
sumber-sumber yang berkaitan dengan tema tulisan ini. Sumber data yang dimaksud
antara lain alkitab, dokumen Gereja, kamus, buku, jurnal, majalah, skripsi dan artikel.
Bentuk data dalam penelitian ini berupa kata, frasa dan kalimat. Objek yang diteliti
ialah pribadi anak bungsu dalam perbandingan dengan makna upaya pembentukan
karakter diri yang ideal. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik non-
interaktif, yang meliputi analisis isi teks perumpamaan anak yang hilang dalam
alkitab dan terhadap beberapa sumber lain yang digunakan. Langkah-langkah yang
ditempuh dalam penelitian deskriptif dan analisis isi ini ialah: pertama, membuat
pembatasan fokus perumpamaan anak yang hilang pada anak bungsu; kedua,
membaca batasan isi teks tersebut secara teliti, ketiga, memperhatikan ayat-ayat
perumpamaan anak yang hilang yang sudah dibatasi itu secara detail. Selanjutnya,
sumber data yang telah terkumpul dianalisis dengan langkah-langkah berikut: (1)
mendeskripsikan data berdasarkan konsep tema yang dibahas, (2) menjelaskan makna
dan esensi karakter dengan kemungkinan-kemungkinan hambatannya, (3)
mengklasifikasi bagian-bagian tertentu dalam teks perumpamaan anak yang hilang
berdasarkan alur penalaran dan membuat interpretasi, (4) menjabarkan poin-poin
penting yang terkandung dalam perumpamaan tersebut, (5) membuat kesimpulan
hasil penelitian, (6) membuat laporan.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, disimpulkan bahwa upaya
pembentukan karakter diri yang ideal juga dapat didasarkan pada gambaran personal
pribadi anak bungsu. Anak bungsu menjadi tokoh utama yang berperan penting
dalam mempertegas esensi karakter. Namun, sebelum menjadi pribadi yang
berkualitas, anak bungsu berada jauh dari standar ketentuan pembentukan karakter.
Berdasarkan analisis terhadap isi teks perumpamaan anak yang hilang (Luk. 15:11-
32), ada beberapa poin penting yang dipetik sebagai pedoman pembelajaran dan
pembentukan karakter diri. Poin-poin tersebut dituangkan dalam konsep membangun
karakter diri dalam perspektif perumpamaan anak yang hilang (Luk. 15:11-32).