DETAIL DOCUMENT
Makna Ritus Po’o Te’u-Puju Awu pada Masyarakat Adat Dile dalam Perbandingan dengan Sakramen Tobat
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
DALA, Martinus Doo
Subject
265 Sakramen dan ritual lain dalam Kristen 
Datestamp
2023-07-06 23:37:30 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan makna ritus po?o te?u-puju Awu pada masyarakat adat Dile (2) mendeskripsikan makna Sakramen Tobat Gereja Katolik (3) menjelaskan perbandingan makna ritus po?o te?u-puju awu pada masyarakat adat Dile dengan Sakramen Tobat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi lapangan dengan metode wawancara dengan informan kunci (key informant interviewing). Sementara itu, sumber data kedua untuk melengkapi tulisan ini dilakukan dengan metode analisis data sekunder, yaitu dengan membaca untuk mengumpulkan informasi dari berbagai referensi (hasil wawancara, buku, jurnal, artikel) yang berkaitan dengan tema skripsi. Informasi yang diperoleh kemudian diolah menggunakan teknik analisis data model mengalir (flow model of analysis). Teknik ini dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, display data dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan teknik trianggulasi data, yaitu didasari pada sumber utama (hasil wawancara: pengertian, tujuan, bahasa adat, pelaksanaan dan makna pelaksanaan ritus po?o te?u-puju awu) dan didukung dengan beberapa pendapat tertulis dari berbagai teks yang berkaitan dengan kajian penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan beberapa poin penting. Pertama, ritus po?o te?u-puju awu pada masyarakat adat Dile memiliki empat makna yakni, pertobatan, penyesalan dan harapan, mempererat persaudaraan dan penghormatan terhadap alam. Kedua, Sakramen Tobat atau Sakramen Rekonsiliasi dalam Gereja Katolik merupakan sarana keselamatan Allah bagi umat manusia untuk berdamai dengan-Nya, dengan sesama (Gereja) dan alam. Sakramen Tobat memiliki empat unsur penting yakni, penyesalan, pengakuan dosa, absolusi dan penitensi. Ketiga, berdasarkan hasil analisis, makna yang terkandung dalam ritus po?o te?u-puju awu memiliki kesamaan dengan Sakramen Rekonsiliasi. Persamaan makna antara keduanya menempatkan ritus po?o te?u-puju awu sebagai media rekonsiliasi dalam ranah adat. Meskipun sama-sama sebagai media rekonsiliasi kedua ritus ini tetap diterima oleh masyarakat adat Dile berdasarkan ranahnya masing-masing. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO