DETAIL DOCUMENT
Misi Yesus Dalam Matius 15:21-28 dan Relevansinya Bagi Karya Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Provinsi SVD Ende
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
HULER, Ambrosius Dama
Subject
225 Perjanjian Baru 
Datestamp
2023-07-25 03:49:07 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami dan menjelaskan tafsiran eksegetis injil Matius tentang misi Yesus dalam kisah penyembuhan anak perempuan Kanaan yang kerasukan setan (Mat. 15:21-28) (2) mengetahui dan mendalami misi serta keterlibatan anggota SVD Ende dalam karya kemanusiaan seturut pembaharuan misi ad extra dan pelayanan JPIC Provinsi SVD Ende. Penulis membuat kajian ini dengan subyek penelitian adalah keterlibatan anggota SVD Ende dalam karya JPIC, para korban kekerasan, kejahatan dan ketidakadilan serta kerusakan lingkungan hidup. Penulis menggunakan pendekatan sosio-literer dalam menafsir Kitab Suci dan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data kepustakaan dan penelitian lapangan dengan instrumen pengumpulan data melalui wawancara serta mengumpulkan data kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan JPIC SVD Ende. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan beberapa hal pokok berikut: Pertama, misi Yesus ke tengah dunia adalah untuk menyelamatkan dan membebaskan manusia dari segala penderitaan. Fokus pelayanan-Nya adalah kemanusiaan. Opsi pertama dan utama keberpihakan-Nya adalah orang-orang sakit dan menderita, kerasukan roh jahat, korban kekerasan dan ketidakadilan. Kedua, SVD merupakan salah satu kongregasi religius yang para anggotanya adalah juga anggota Gereja dan mengambil bagian dalam tritugas Yesus yakni sebagai imam, nabi dan raja. Misi perutusan SVD Ende dalam karya JPIC adalah melayani dengan penuh kasih. Pelayanan itu lebih mengutamakan martabat pribadi manusia sebagai citra Allah dan hak-hak dasar kemanusiaan. Ketiga, realitas kekerasan, kejahatan dan ketidakadilan merupakan suatu fenomena yang tidak bisa dipungkiri dari kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, untuk memberantas segala tindakan yang mencederai martabat pribadi manusia dan menciptakan situasi yang adil dan damai adalah tugas dan tanggung jawab semua orang. Setiap orang hendaknya harus selalu sadar menjadi penolong bagi sesama yang menderita dan partner dalam mewujudkan keadilan, perdamaian dan kesejahteraan bersama. Keempat, peristiwa penyembuhan seorang anak dari perempuan Kanaan dalam Mat. 15:21-28 memperlihatkan kasih kerahiman Allah dalam diri Yesus dengan penerimaan yang tulus terhadap orang yang berkebutuhan khusus. Di samping itu, ada iman yang teguh kepada Tuhan. Karya pelayanan kepada para korban kekerasan, kejahatan dan ketidakadilan merupakan realisasi iman yang hidup kepada Tuhan dan menjadi penyalur kasih kerahiman Tuhan bagi sesama. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO