Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
MBANGO, Yohanes Kristianto Rani
Subject
262 Eklesiologi
Datestamp
2023-07-27 00:13:18
Abstract :
Adapun asumsi dasar dari penelitian ini adalah pertama, pendidikan
karakter berjalan sesuai dengan pedoman pembinaan imam dalam dekrit Optatam
Totius. Kedua, pendidikan karakter dan aspek-aspek di dalamnya sangat bermanfaat
bagi calon imam untuk mengembangkan kehidupan para calon imam itu sendiri.
Ketiga, para calon imam sudah menghayati dengan sungguh-sungguh nilai-nilai
yang ditanamkan secara baik oleh seminari.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa sumber data yakni
data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan
yakni dengan menggali informasi lewat para pembina di asrama dan para guru
sebagai pendidik di sekolah. Selain itu peneliti juga menggali informasi-informasi
penting dari para calon imam sendiri sebagai subjek pendampingan. Sedangkan
data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan dengan membaca berbagai
literatur yang relevan dengan tema seperti hal-hal tentang pendidikan, pendidikan
karakter, aspek-aspek dalam pembinaan calon imam serta pedoman calon imam
berdasarkan dekrit Optatam Totius. Sebagai sumber pelengkap, peneliti mencari
bahan bacaan lainnya seperti artikel ilmiah, karya tulis yang berhubungan dengan
tema dan informasi internet.
Setelah memperoleh data dan informasi melalui wawancara dan observasi
secara langsung tentang pendidikan karakter di Seminari St. Yohanes Bekhmans
Mataloko, peneliti melakukan analisis data menggunakan metode SWOT, Strength
(kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (kesempatan atau peluang), dan
Treath (ancaman). Studi ini bertujuan untuk (1)Untuk menggali arti pendidikan
karakter bagi perkembangan calon imam ke depan. (2)Untuk meninjau kembali
sejauh mana pendidikan karakter dan pendidikan nilai berjalan sesuai dengan
kaidah pembinaan dalam dekrit Optatam Totius sehingga bermanfaat bagi
perkembangan para calon imam. (3)Untuk menemukan pentingnya pendidikan
karakter dalam dekrit Optatam Totius dalam pendampingan para calon imam dalam
berbagai aspek.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan beberapa hal berikut 1.
Pendidikan karakter dan pembinaan calon imam di seminari Mataloko harus
dibentuk melalui beberapa aspek pembinaan yakni pembinaan kerohanian,
intelektual, pembinaan manusiawi dan pembinaan pastoral. Hal-hal ini dirangkum
sebagai pedoman dasar pembinaan dalam 5S. 2. Setiap kegiatan yang dilaksanakan
kiranya dapat membantu para calon imam untuk mencapai kematangan dalam
berbagai aspek pembinaan di seminari sehingga menghasilkan calon imam yang
bertangungjawab dan berkarakter. 3. Para calon imam harus mampu membina
dirinya dan terbuka untuk dibina demi pembentukan dan pengembangan karakter
para calon imam. 4. Proses pendidikan dan pembinaan para calon imam hendaknya
berkembang secara seimbang dan menyeluruh. Sehingga para calon imam mampu
meneladani Yesus Kristus sebagai guru, imam dan gembala yang baik.