Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
KLAU, Adrianus
Subject
253 Kantor dan pekerjaan pastoral (teologi pastoral)
Datestamp
2023-07-27 04:10:32
Abstract :
Penulisan tesis ini bertujuan untuk mengangkat sumbangan praktik
matamusan terhadap karya pastoral Gereja Katolik. Dalam kaitannya dengan tujuan
penulisan, penulis melihat bahwa praktik kultural matamusan yang dilaksanakan
oleh masyarakat adat Wesei-Wehali di kabupaten Malaka, mengandung nilai-nilai
yang relevan dengan upaya kontekstualisasi yang digaungkan Gereja Katolik dalam
Konsili Vatikan II. Kontekstualisasi itu sendiri berarti penerjemahan suatu ajaran
ke dalam konteks kehidupan.
Tradisi matamusan adalah sebuah praktik kultural masyarakat adat Wesei-
Wehali yang mendiami sebagian wilayah Kabupaten Malaka. Praktik matamusan
bertujuan mempererat hubungan antar dua rumpun keluarga yang terikat dalam
perkawinan. Sebagai masyarakat adat yang menganut sistem kekerabatan
matrilineal, masyarakat Wesei-Wehali melihat tradisi matamusan sebagai upaya
untuk menghidupkan kembali rumpun keluarga laki-laki. Cara yang dilakukan
adalah dengan melepas salah seorang anak untuk kembali kepada rumpun keluarga
laki-laki atau ayah pada waktu ia meninggal dunia.
Tulisan ini menggunakan metode kepustakaan dengan cara mengolah
bahan-bahan yang berkaitan dengan judul penelitian serta metode wawancara
dengan beberapa narasumber.
Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah praktik matamusan
merupakan sebuah momen penting pemberian seorang anak kepada keluarga ayah
demi mempertegas hubungan kekerabatan. Hubungan kekerabatan yang dihayati
oleh masyarakat Wesei-Wehali bersifat ikatan kekal. Selain itu, praktik matamusan,
akan mengikat kedua rumpun keluarga besar baik dari pihak istri maupun suami.
Lebih dari itu, matamusan yang sudah dipilih akan memiliki tugas dan tanggung
jawab yang lebih besar dalam menuntun dan mengayomi masyarakat Wesei-Wehali
untuk menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan agar terhindar dari berbagai bentuk
perpecahan baik yang datang dari dalam, maupun dari luar masyarakat setempat.
Selain itu, praktik kebudayaan yang terus dihidupi akan berdampak pada
transformasi bentuk dan polah tingkah laku maupun kepribadian seseorang yang
hidup di dalam konteks kebudayaan yang sama. Melalui nilai-nilai penting yang
terkandung di dalam kebudayaan tersebut, masyarakat akan disadarkan dan dituntut
untuk menjalankannya sebagai bentuk ketaatannya.