DETAIL DOCUMENT
Nilai-Nilai di Balik Rumah Adat atau Sonaf Kaesnube di Oenopu Dalam Perbandingan Dengan Gereja Sebagai Communio dan Implikasinya Bagi Karya Pastoral
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
KAESNUBE, Elias
Subject
253 Kantor dan pekerjaan pastoral (teologi pastoral) 
Datestamp
2023-07-27 04:25:03 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mendeskripsikan rumah adat Kaesnube sebagai tempat persekutuan bagi seluruh masyarakat suku Kaesnube. Kedua, Menemukan nilai-nilai penting dari rumah adat Kaesnube yang menggambarkan berdirinya sebuah suku yang memiliki rasa persatuan dan kekeluargaan yang kuat di dalamnya. Ketiga, menjelaskan tentang Gereja sebagai communio. Keempat, menemukan kesamaan dan perbedaan nilai-nilai di balik rumah adat Kaesnube dan Gereja sebagai communio. Instrumen atau metode yang digunakan dalam merampung tulisan ini adalah metode Grounded Research. Yang dimaksudkan dengan metode ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memaparkan, menuliskan dan melaporkan suatu keadaan, objek, peristiwa, fakta dan fenomena sosial budaya, lalu menarik kesimpulan dengan metode induktif yakni dari data-data khusus ke hal-hal umum. Metode utama yang digunakan oleh peneliti dalam metode grounded research adalah observasi partisipasi (participatory-observation) dengan tujuan membantu peneliti untuk memperoleh data dan informasi. Dalam metode ini, pemberi data disebut informan dan bukan responden Rumah adat Kaesnube dan segala kesakralan serta kekeramatannya menciptakan suatu persekutuan yang mendalam bagi masyarakat suku Kaesnube. Perayaan-perayaan ritus kesakralan dan kekeramatannya menciptakan suatu asimilasi makna persekutuan di mana semua anggota keluaga suku Kaesnube terlibat dan ada bersama. Makna atau nilai penting dari rumah adat Kaesnube beserta segala ritus-ritus kesakralan dan kekeramatannya adalah persekutuan sebagai satu marga, satu rumah induk, satu leluhur. Makna dan nilai persekutuan kultural ini memiliki kesamaan dengan makna Gereja sebagai persekutuan umat Kristiani di mana keduanya sama-sama menekankan aspek kebersamaan, keterlibatan, solidaritas dan persaudaraan. Karena itu, Gereja Katolik melalui agen pastoralnya perlu memberikan dukungan yang bersifat positif terhadap pelaksanaan ritus-ritus adat sehingga tidak terjadi hal untuk saling merendahkan satu dengan yang lain serta terus mendampingi dan memberikan yang baik tentang Gereja sebagai persekutuan umat Kristiani dan mengajak umat untuk tidak lebih mementingkan tuntutan-tuntutan adat dan mengabaikan kehidupan Kristiani. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO