Abstract :
Skripsi ini bertujuan untuk (1) mengetahui sejauh mana pemahaman remaja
akan katekese perkawinan Gereja Katolik; (2) mengetengahkan cara mencegah
kehamilan pada remaja yang dilihat dari kasus yang pernah terjadi; (3) menjelaskan
bubungan antara katekese perkawinan Gereja Katolik dengan kehamilan pada remaja;
dan (4) menguraikan upaya katekese perkawinan Gereja Katolik dalam mencegah
kehamilan pada remaja di SMAS Katolik St. John Paul II Maumere.
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini ialah metode
penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek
penelitian yang dilakukan ialah pada remaja atau peserta didik kelas X, XI, dan XII di
SMAS Katolik St. John Paul II Maumere dan objek yang diteliti ialah permasalahan
kehamilan yang terjadi pada remaja serta bagaimana upaya katekese perkawinan
Gereja Katolik dalam mencegah kasus kehamilan yang terjadi pada remaja di SMAS
Katolik St. John Paul II Maumere. Sebelum kuesioner disebarkan, dilakukan terlebih
dahulu uji validitas dan reliabilitas instrumen. Sumber data utama dalam penelitian ini
dikumpulkan langsung dari sumber penelitian lapangan dan diperoleh melalui
pengamatan serta pencatatan secara cermat dari hasil penyebaran kuesioner atau
angket. Teknik analisis data diperoleh melalui persentase, hasil uji normalitas,
liniearitas, heteroskedastisitas, dan uji hipotesis statistika dengan rumus pearson
product moment correlatin di SPSS 23.
Katekese perkawinan Gereja Katolik memiliki hubungan yang penting sebagai
upaya mengurangi kehamilan yang terjadi pada remaja. Katekese perkawinan Gereja
Katolik menjadi wadah bagi sekolah untuk memberikan peneguhan rohani atau
penguatan moral dalam menjalin relasi yang sehat serta sebagai tempat untuk
memberikan pengetahuan kepada peserta didik akan segala aspek yang berkaitan
dengan perkawinan dalam Gereja Katolik. Perlu dilihat bahwa betapa pentingnya
memberikan pemahaman tentang pergaulan yang sehat dari berbagai kegiatan dan
melalui peran dari berbagai pihak, Hal ini merupakan tindakan yang baik demi
menekan terjadinya kehamilan di luar nikah pada remaja. Untuk itu, keluarga, sekolah,
masyarakat, dan remaja atau peserta didik mesti turut mengambil bagian dalam
menanamkan nilai pergaulan yang sehat dan bijak guna menghindari terjadinya
kehamilan pada remaja di usia dini atau usia sekolah.