DETAIL DOCUMENT
Memahami Perkawinan Gereja Katolik Menurut Surat Apostolik Amoris Laetitia dan Relevansinya Terhadap Masalah Perceraian
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
WERANG, Oktavianus Sodiama
Subject
230 Agama Kristen, Teologi Kristen 
Datestamp
2024-09-21 13:21:11 
Abstract :
Perkawinan dan perceraian merupakan dua hal yang selalu berkaitan namun berbeda satu sama lain. Perkawinan hadir sebagai persekutuan laki-laki dan perempuan sedangkan perceraian dilambangkan runtuhnya ikhtiar sebuah perkawinan. Realitas perceraian yang terus terjadi serta berdampak besar bagi kehidupan umat Kristiani tentunya memantik perhatian dari pelbagai pihak salah satunya adalah Gereja. Surat Apostolik Amoris Laetitia merupakan salah satu surat resmi Gereja yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus terkhusus menjadikan kasih sebagai dasar dalam hidup berkeluarga. Selain itu pelbagai pendampingan yang disuarakan dalam surat tersebut sekaligus menjadi jalan untuk meminimalisir angka perceraian. Tulisan ini mempunyai beberapa tujuan yakni: Pertama, menemukan pandangan Gereja terkait ikhtiar perkawinan dan perceraian sebagaimana termaktub dalam surat Apostolik Amoris Laetitia, serta dampak yang ditimbulkan terhadap pasutri maupun anak-anak, kedua; kasih melandasi kehidupan perkawinan, ketiga; memahami tanggapan-tanggapan pastoral dalam memerangi masalah perceraian. Metode yang dipakai dalam proses penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif yakni mengedepankan literatur-literatur tertulis seperti buku-buku, jurnal-jurnal, artikel serta dokumen-dokumen penting Gereja yang berkaitan erat dengan tema yang digarap penulis. Hasil yang ditemui oleh penulis yakni: pertama, perkawinan dalam Gereja Katolik bersifat monogami dan tak terceraikan; kedua, realitas perceraian merupakan suatu masalah yang kompleks dan bisa saja terjadi karena beberapa faktor-faktor yang dapat diilhami oleh Gereja. Ketiga, kasih adalah kunci realisasinya kebahagian dalam hidup berkeluarga. Keempat; pendampingan bagi pasangan baik sebelum dan sesudah perkawinan merupakan aspek terpenting dalam meminimalisir angka perceraian. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO