Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
PALLEM, Patternus Riskinart
Subject
390 Adat istiadat, etiket, dan cerita rakyat
Datestamp
2024-10-20 10:19:15
Abstract :
Skripsi ini berusaha menjelaskan praktik dan makna tarian sanda dalam kebudayaan masyarakat desa Todo, kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai. Tarian sanda memiliki banyak makna bagi masyarakat desa Todo, sehingga masyarakat desa Todo tetap mempertahankannya. Peneliti juga memaparkan realitas kebudayaan masyarakat desa Todo, sebab makna tarian sanda berhubungan langsung dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat Todo. Dengan demikian, masyarakat desa Todo berusaha menghidupi makna tarian sanda agar tak terlekang oleh waktu. Namun, perkembangan arus globalisasi menyebabkan pelaksanaan tarian sanda di masyarakat desa Todo belum diformulasikan dan diimplementasikan dengan baik.
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yakni 1) penelitian ini berusaha memahami konsep dan makna kebudayaan tarian sanda di masyarakat desa Todo dalam suatu kajian ilmiah. Sejauh ini, penelitian tentang kebudayaan tarian sanda belum dilakukan oleh banyak orang, terutama dalam kajian ilmiah. 2) menjelaskan makna kebudayaan tarian sanda dan tantangannya sebagai suatu seni gerak dengan realitas kehidupan masyarakat desa Todo berdasarkan pada konteks kebudayaan masyarakat. 3) memaparkan realitas kebudayaan masyarakat desa Todo.
Dalam menulis skripsi ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah wawancara dengan informan yang miliki pengetahuan luas tentang tarian sanda. Informan tersebut terdiri atas tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah desa Todo, tokoh muda, organisasi yang ada di desa Todo dan tokoh perempuan desa Todo.
Tarian sanda bukanlah tarian yang hanya menampilkan aspek seni tetapi mengandung makna yang menjiwai kehidupan masyarakat. Karena itu, setelah melakukan penelitian secara kualitatif, peneliti menemukan dan merumuskan beberapa makna tarian sanda dalam kehidupan masyarakat desa Todo. Adapun makna tersebut ialah 1) anggom (persatuan) sebagai wadah menemukan kesetaraan, kerja sama dan tanggung jawab, 2) kedisiplinan sebagai pola hidup, 3) persaudaraan tarian sebagai suatu yang integral dalam kehidupan sosial, 4) keadilan sebagai cita-cita bersama. Namun, perkembangan pariwisata, kemajuan bidang politik dan perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan yang menghambat perkembangan pengetahuan tentang kebudayaan tarian sanda. Untuk menjaga marwah tarian sanda sebagai bagian dari kebudayaan maka perlu adanya penelitian ilmiah tentang makna dalam hubungannya dengan kehidupan masyarakat. Selain itu, peran tokoh masyarakat desa Todo, tokoh adat, pemerintah desa Todo serta kehadiran organisasi kebudayaan di desa Todo mampu mempertahankan keberadaan tarian sanda dari gempuran globalisasi. Dengan demikian, penelitian yang baik akan menunjang ketahanan suatu kebudayaan agar masyarakat menghidupi makna-makna yang terkandung di dalamnya.