Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan budaya bere dheko dalam kehidupan masyarakat Toda; (2) menggali inspirasi sabda Tuhan dalam perumpamaan orang Samaria yang murah hati (Luk, 10:25-37); (3) menelaah bere dheko dalam terang perspektif orang Samaria yang murah hati.
Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini ialah penelitian deskriptif kualitatif yang meliputi penelitian lapangan serta studi kepustakaan. Sasaran atau objek
penelitian ini ialah budaya bere dheko yang dilaksanakan oleh masyarakat Toda. Sumber utama penelitian ialah para informan kunci seperti tokoh adat, tokoh masyarakat, dan
tokoh pemerintah yang mempunyai pemahaman baik tentang budaya bere dheko. Selain itu, adapun sumber pendukung seperti buku-buku, jurnal, dokumen, kamus, Kitab Suci
dan sumber-sumber lainnya yang berkaitan erat dengan penelitian ini.
Bere dheko merupakan budaya saling membantu sesama yang sedang menderita,
secara khusus dalam momen kematian, entah dengan materi atau dengan kehadiran yang
dihidupi oleh masyarakat Ngada umumnya dan masyarakat Toda khususnya. Namun,
masyarakat Toda kini dihadapkan pada polemik yang cukup serius menyangkut model
pelaksanaan bere dheko. Model pelaksanaan bere dheko dinilai membebani masyarakat
dalam banyak aspek kehidupan seperti ekonomi dan sosial. Berdasarkan inspirasi dari
perumpamaan orang Samaria yang murah hati dalam Luk. 10:25-37, masyarakat Toda
dituntun untuk menolong sesama tanpa banyak perhitungan. Solidaritas persaudaraan
yang dilandasi oleh semangat cinta kasih mampu membebaskan sesama dari situasi
penderitaannya. Masyarakat Toda perlu menyadari tanggung jawab moral dan sosial
untuk memperjuangkan kebaikan bersama. Oleh karena itu, kesediaan dan keterbukaan
untuk menerima inovasi baru harus dimiliki oleh masyarakat Toda.