Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
DEWANTORO, Donbosco Yohanes
Subject
152 Persepsi sensorik, gerakan, emosi, dan dorongan fisiologis
Datestamp
2024-05-13 03:32:22
Abstract :
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yakni (1) menjelaskan dan mengkaji konsep maskulinitas dan toxic masculinity pada calon imam di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret (2) menganalisis dan memperdalam pemahaman tentang konsep-konsep dasar atau pokok pikiran tentang toxic masculinity (3) menganalisis dan mengkaji perilaku toxic masculinity yang dilakukan oleh calon imam dalam proses formasi di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret serta peran formasi calon imam untuk membentuk maskulinitas yang sehat dalam diri calon imam.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan (mixed method). Metode gabungan dilakukan dengan mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif serta data-data kepustakaan, lalu menganalisis data-data tersebut untuk mendekati masalah yang diteliti. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan pengisisan angket, sementara pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara. Objek yang diteliti ialah konsep dan perilaku toxic masculinity pada calon imam dalam proses formasi di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon imam yang sedang menjalani proses formasi di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret; (1) secara konseptual memiliki kecenderungan yang rendah untuk mempraktikkan perilaku toxic masculinity, (2) secara praktis calon imam di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret melakukan perilaku toxic masculinity terhadap calon imam dengan disposisi femininitas yang dominan dalam bentuk verbal bullying dan diskriminasi peran, (3) perilaku toxic masculinity yang dilakukan calon imam kepada calon imam dengan disposisi femininitas yang dominan dapat menghambat proses transformasi calon imam dengan disposisi femininitas dominan untuk memiliki kepribadian yang sehat dan matang, (4) formasi calon imam yang diselenggarakan di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret secara ideal mampu membentuk calon imam untuk memiliki kepribadian yang matang dan sehat dengan ditunjukan oleh disposisi maskulinitas yang sehat. Kepribadian yang sehat dan matang salah satunya ditunjukkan dengan disposisi yang seimbang. Untuk menghadapi dampak toxic masculinity dalam proses formasi calon imam di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, dibutuhkan integrasi nilai persaudaraan yang saling mendukung antarcalon imam yang dilakukan melalui strategi-strategi pembinaan yang membuka peluang formasi yang lebih baik. Strategi dan peluang tersebut berkontribusi dalam menaggulangi perilaku toxic masculinity serta menciptakan komunitas calon imam yang saling mendukung satu sama lain.