Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
NIRON, Fransiskus Xaverius Gega
Subject
225 Perjanjian Baru
Datestamp
2024-05-13 03:35:37
Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk (1) memberi pijakan kepada pastor paroki yang bertugas di paroki San Juan Lebao, untuk belajar pada Yesus sebagai model kepemimpinan dan teladan dalam menjalankan seluruh pelayanan di tengah umat, (2) tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauhmana keterlibatan pastor paroki San Juan Lebao Tengah dalam segala bentuk kegembalaan di tengah umat, (3) penulisan skripsi ini bertujuan agar menjelaskan relevansi model kepemimpinan Yesus yang ditunjukkan dalam Injil Yohanes 10:1-18 bagi karya kegembalaan pastor paroki San Juan.
Metode yang digunakan di dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode kepustakaan. Metode ini juga didukung dengan metode lainnya yakni metode wawancara. Subjek dalam penelitian ini yakni para imam dan juga beberapa tokoh umat, pengurus DPP dan KBG yang berada dalam paroki San Juan Lebao. Melalui metode kepustakaan dan wawancara ini, penulis memfokuskan untuk melihat apa saja model- model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes 10:1-18 dan bagaimana model-model kepemimpinan Yesus itu dapat diaktualisasikan dalam diri Pastor Paroki San Juan Lebao-Larantuka. Penulis juga menggunakan metode kepustakaan untuk mencari dan menemukan informasi serta pengetahuan tentang paroki San Juan Lebao, gambaraan Injil Yohanes, kajian eksegetis tentang Yesus sebagai gembala baik dalam Injil Yohanes 10:1-18.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut. (1) Model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes 10:1-18 antara lain mengenal dengan baik kawanan domba-Nya, memiliki keberanian dalam melindungi kawanan domba dari serangan musuh, bertanggung jawab dan memiliki dedikasi yang kuat bagi domba-domba-Nya, menuntun domba-domba-Nya, dan menjadi pintu keselamatan bagi domba-domba-Nya. (2) Relevansi model kepemimpinan Yesus bagi karya kegembalaan pastor paroki San Juan antara lain sebagai berikut: pastor paroki mampu mengenal dengan baik umatnya, mampu mengenal Allah sebagai sumber panggilan, pastor paroki sebagai guru dan pembimbing iman umat, ia juga sebagai gembala yang mempersatukan, gembala yang berkorban bagi umat, pastor paroki menjadi akses utama bagi umat beriman agar bisa bertemu dan berjumpa dengan Tuhan, dan spirit cinta kasih dan kerendahan hati melandasi pelayanan kegembalaan pastor paroki ditengah umat.