Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
DJUHARYONO, Olganius Djulius
Subject
306 Kultur, ilmu budaya, kebudayaan dan lembaga-lembaga, institusi
Datestamp
2024-09-21 13:41:55
Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk (1) mengangkat dan mendeskripsikan
kenyataan-kenyataan sosial yang terjadi dalam novel Perempuan di Titik Nol karya
Nawal El Saadawi dan (2) menilai budaya patriarki yang terdapat di dalam novel
baik dari sisi positif maupun negatif.
Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif.
Metode ini mengedepankan teknik analisis isi dan menjelaskan suatu fenomena
secara mendalam melalui analisis atas kalimat, frasa atau kutipan-kutipan. Penulis
juga menggunakan metode kepustakaan yang ditunjang oleh berbagai jenis sumber
atau literatur dari perpustakaan. Sumber data primer tulisan ini adalah novel
Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi. Novel ini merupakan hasil
terjemahan dari Amir Sutaarga, dengan judul asli Women at Point Zero. Sumber
data sekunder diperoleh dari kajian terhadap penelitan-penelitian terdahulu,
khususnya tema tentang patriarki dan perempuan, juga sumber dari perpustakaan.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengumpulan data antara lain, (1)
membaca dan memahami novel secara teliti dan berulang-ulang, (2) membubuhi
tanda pada setiap kutipan yang berhubungan dengan tema seperti, bentuk
penindasan, kekerasan, eksploitasi dan bentuk lainnya, (3) menelusuri sumber-
sumber sekunder yang berhubungan dengan tema tentang patriarki dan perempuan.
Pengkajian data tersebut dilakukan dengan menguraikan secara teoritis tentang
budaya patriarki dan perempuan, yang didukung oleh pendapat para ahli dan
penjabaran teori lainnya. Selanjutnya dilakukan analisis isi novel menggunakan
kajian sastra dengan mengangkat fakta-fakta dalam novel yang berhubungan
dengan pokok permasalahan.
Berdasarkan hasil temuan disimpulkan, beberapa poin berikut: (1) di dalam
novel ditemukan bentuk-bentuk budaya patriarki seperti, kekerasan dalam
kehidupan keluarga (penganiayaan, pelecehan seksual, kawin paksa, beban psikis),
kekerasan dalam kehidupan sosial (pemaksaan hubungan seksual, pemerasan,
ekspolitasi, penghianatan terhadap cinta). (2) Dalam novel, akar budaya patriarki
terbagi dalam dua pembahasan yaitu, perbedaan gender dan konstruksi budaya
sosial di Mesir. (3) Novel menampilkan aspek positif dan negatif dari budaya
patriarki. Patriarki dari segi positif melatari lahirnya gerakan feminisme dan
mendapat perlindungan terhadap perempuan. Unsur patriarki dari segi negatif
meliputi, kesempatan untuk hidup yang layak, pergumulan hidup yang cukup
menantang dan kesadaran selalu timbul pasca penderitaan. Akhirnya ditemukan
bahwa dari segi negatif, kaum perempuan merasa cukup dirugikan dan sangat
berpengaruh bagi keberlangsungan hidupnya.