DETAIL DOCUMENT
Kritik Komodifikasi Pendidikan dalam Novel Orang-orang Biasa Karya Andrea Hirata
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
EDON, Gabrielo Yanuarius
Subject
370 Pendidikan 
Datestamp
2024-05-13 03:40:00 
Abstract :
Penelitian ini memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum penelitian ini adalah (1) menjelaskan kritik terhadap fenomena komodifikasi pendidikan yang terdapat dalam novel Orang-orang Biasa karya Andrea Hirata, (2) mendalami pandangan pengarang terhadap komodifikasi pendidikan dan dampak-dampak yang dihasilkannya. Tujuan khususnya adalah memenuhi syarat wajib akademis untuk memperoleh gelar sarjana filsafat di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. Metode yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penulis memperoleh data-data penelitian melalui teknik analisis konten. Data-data tersebut adalah kritik komodifikasi pendidikan yang terdapat dalam novel Orang-orang Biasa karya Andrea Hirata. Sumber data penelitian ini terbagi atas dua, yakni sumber primer dan sumber sekunder. Sumber data primer penelitian ini adalah novel Orang-orang Biasa yang dikarang oleh Andrea Hirata. Sedangkan, sumber data sekundernya adalah literatur-literatur yang berbicara tentang komodifikasi pendidikan dan novel Orang-orang Biasa. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa fenomena komodifikasi pendidikan dalam novel Orang-orang Biasa terwujud dalam pemberlakuan biaya pendidikan yang tinggi pada fakultas kedokteran universitas negeri, tempat tokoh Aini mendaftarkan diri. Fenomena komodifikasi pendidikan juga terwujud dalam pemberlakuan biaya pendidikan pada sekolah perawat swasta yang ditawarkan kepada Inspektur Abdul Rojali. Pemberlakuan biaya pendidikan yang tinggi ini menyebabkan keterbatasan akses pendidikan bagi tokoh Aini, seorang anak pintar, tetapi miskin. Keterbatasan akses terhadap pendidikan ini menimbulkan respons ekstrem dari para tokoh, berupa aksi perampokan di sebuah bank dan Toko Batu Mulia, guna memperoleh uang sekolah bagi Aini. Namun, pada akhirnya, Dinah tidak menggunakan uang tersebut, tetapi menggunakan uang yang legal untuk menyekolahkan anaknya. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO