DETAIL DOCUMENT
Tinjauan atas Religiusitas dan Penghayatan Hidup Beragama dalam Tahap-Tahap Bereksistensi Menurut Soren Aabye Kierkegaard
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
JAGO, Yohanes Don Bosco
Subject
210 Filsafat dan teori agama 
Datestamp
2024-05-15 05:19:27 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan tokoh filsuf Soren Kierkegaard dan pokok pemikirannya tentang tahap-tahap eksistensi manusia; (2) menjelaskan hasil tinjauan atas religiusitas dan penghayatan hidup beragama menurut Soren Aabye Kierkegaard, dan (3) mempresentasikan tantangan dan hal-hal praktis yang dapat diwujudkan oleh setiap orang beragama dalam mencapai penghayatan hidup beragama yang autentik. Penelitian ini dilakukan penulis dengan menggunakan metode kualitatif yang dilakukan melalui studi kepustakaan. Pemilihan metode ini tidak terlepas dari penelitian yang bersifat deskriptif atau penggambaran atas masalah yang dikaji. Penulis mendalami pemikiran Kierkegaard dengan membaca dan menerjemahkan literatur literatur yang tersedia, meliputi karya karya Kierke gaard sendiri maupun tulisan atau komentar orang lain tentang pemikirannya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Pertama, refleksi filosofis Soren Kierkegaard berangkat dari pergulatan hidup yang dialaminya. Ia memusatkan refleksinya bukan pada manusia secara umum, melainkan pada manusia sebagai individu. Menurutnya setiap manusia adalah unik dengan pengalaman dan pergulatan hidupnya yang khas. Seluruh bangunan filsafat Kierkegaard diarahkan pada motivasi untuk menemukan makna hidup yang autentik. Kierkegaard menggagas pokok pemikiran tentang tahap-tahap eksistensi manusia yang bergerak dari tahap estetis, tahap etis, menuju tahap religius. Pada setiap tahap tampak orientasi hidup individu dan caranya dalam menjalani hidup. Kierkegaard menyadari keterbatasan eksistensi manusia pada tahap estetis dan pada tahap etis. Keduanya membawa manusia kepada keputusasaan. Kesadaran akan eksistensi ini mendorong manusia untuk melompat pada tahap religius. Kedua, pada tahap religius, manusia mendasarkan eksistensinya pada yang Absolut. Ini adalah titik tolak di mana manusia membangun religiusitas. Religiusitas mengharuskan individu untuk membangun penghayatan hidup beragama yang autentik. Ketiga, pemikiran Kierkegaard mengandung implikasi praktis. Kierkegaard mempresentasikan tantangan dan langkah-langkah yang ditempuh individu dalam usaha mencapai hidup beragama yang autentik. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO