Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
WUDA, Metodius Alberto Nong
Subject
205 Etika keagamaan, etika agama
Datestamp
2024-05-17 01:58:37
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan tema tentang moderasi beragama di Indonesia, (2) mendalami moderasi beragama yang terkandung dalam kisah perempuan Siro-Fenisia (Mrk. 7:24-30), dan (3) menguraikan relevansi moderasi beragama dalam teks Markus 7:24-30 bagi kehidupan berwarga negara di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode kualitatif melalui studi kepustakaan. Sesuai dengan metode ini, penulis berusaha mendalami Kitab Suci, buku-buku, artikel jurnal, dan beberapa sumber internet yang membicarakan tema tentang moderasi beragama dan kisah perempuan Siro-Fenisia. Sumber-sumber yang membicarakan kajian eksegetis tentang kisah perempuan Siro-Fenisia merupakan sumber penting yang digunakan sebagai pintu masuk untuk menemukan elemen-elemen moderasi beragama dalam kisah tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Kisah perempuan Siro-Fenisia dalam Mrk. 7:24-30 ini juga membicarakan tema tentang moderasi beragama. Elemen-elemen moderasi beragama dalam kisah ini ditandai dengan adanya perjumpaan antara Yesus yang mewakili bangsa Yahudi dan perempuan Siro-Fenisia yang mewakili bangsa non Yahudi. Inisiatif Yesus dan perempuan Siro-Fenisia yang mau keluar dari pandangan eksklusif bangsanya masing-masing menunjukkan bahwa keduanya ingin mengoreksi pandangan-pandangan sempit keagamaan yang telah mengekang kebebasan sesama sebagai manusia yang bermartabat. Moderasi beragama yang ditampilkan dalam perjumpaan antara Yesus dan perempuan Siro-Fenisia ini diperkuat dengan adanya dialog keberagaman, dialog ini menjadi model dialog antaragama yang berlangsung secara moderat. (2) Elemen-elemen moderasi beragama yang terkandung dalam kisah perempuan Siro-Fenisia (Mrk. 7:24-30) dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi kehidupan berwarga negara di Indonesia yang ditandai realitas pluralisme dan multikulturalisme. Nilai-nilai moderasi beragama yang dikembangkan dalam tulisan ini juga terkandung dalam Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, hal ini menjadi salah satu alasan mengapa bangsa Indonesia selalu dapat keluar dari benturan-benturan keagamaan yang terjadi di tanah air.