Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
LEWAYANG, Bernadino Realino Lamaniva Lewayang
Subject
176 Etika seks dan reproduksi
Datestamp
2024-05-17 02:06:50
Abstract :
Penulisan ini bertujuan untuk
( memahami peran orang tua dalam keluarga untuk memberikan pendidikan seksualitas kepada remaja ( memahami konsep pendidikan
seksualitas (3) memahami konsep remaja dan keluarga keluarga.
Metode yang dipakai penulis dalam pengerjaan tulisan ini ialah
metode penelitian kepustakaan. Dalam hal ini penulis mencari referensi atau rujukan dari buku-buku di perpustakaan yang berkaitan dengan tema yang dibahas dalam tulisan ini dan kemudian membaca serta mengolahnya secara sistematis. Penulis juga menggunakan pengetahuan dan
analisis pribadi serta pendapat ilmiah dari berbagai artikel dan jurnal yang erat kaitannya
dengan tema tulisan ini. Selain itu, metode studi kepustakaan ini juga didukung dan dipertajam dengan pencarian data-data terkait dari internet, majalah-majalah, jurnal dan surat kabar.
Berdasarkan
hasil pen elitian penulis, disimpulkan bahwa pendidikan seksualitas dalam
keluarga sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian remaja. Dalam hal ini
keluarga menjadi pelaku utama dalam membantu remaja untuk membentuk kepribadiannya.
Pendidikan seksualitas yang dilakukan melalui metode dialog dan teladan hidup perkawinan
orang tua memberi pengaruh positif dalam membentuk pengertian remaja akan nilai sejati dari
seksualitas, membentuk k epribadian r emaja yang utuh dan integral, mencegah terjadinya
penyimpangan dan kelainan seksual, mempersiapkan remaja sebagai orang tua di masa
mendatang, membentuk kepribadian remaja yang beriman teguh, membentuk penghargaan
terhadap tubuh sendiri, membentuk penghargaan terhadap tubuh orang lain dan membentuk
sikap disiplin diri . Namun, usah penerapan pendidikan seksualitas dalam keluarga yang
berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian remaja tidak selalu berjalan mulus . Hal ini
dikarenakan ada nya hambatan hambatan tertentu baik internal maupun eksternal yang
menghambat penerapan pendidikan seksualitas dalam keluarga. Hambatan hambatan tersebut
ialah krisis identitas, kurangnya pemahaman orang tua tentang pendidikan seksualitas,
perceraian atau broken home, kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak dalam
keluarga, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengaruh agama dan budaya dan stigma
tentang seksualitas sebagai suatu hal yang tabu dan kotor.