Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk (1) menjelaskan cara merevitalisasi komunikasi
interpersonal, di Tengah maraknya fenomena phubbing di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus
Ritapiret (2) memberikan wawsan tentang komunikasi interpersonal dan fenomena phubbing serta
menjelaskan pengaruh phubbing terhadap komunikasi interpersonal, di Seminari Tinggi
Interdiosesan St. Petrus Ritapiret (3) memberikan awasan bagi calon imam dan Masyarakat pada
umumnya untuk menghindari kebiasaan phubbing sehingga tidak m emengaruhi komunikasi
interpersonal dalam kehidupan bersama.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dengan
metode kuantitatif ini, menggunkan instrumen penelitian berupa kuesioner. Penelitian dengan
metode kualitatif dilakukan dengan menggunakan instrument penelitian berupa wawancara.
Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menemukan bahwa, fenomena phubbing telah
merusak kualitas komunikasi interpersonalcalon imam di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus
Ritapiret. Tingginya akses calon imam terhadap smartphone telah melahirkan efek candu.
Kebutuhan akan pengunaan smartphone yang tinggi membuat calon imam sulit untuk mengontrol
waktu penggunaan smartphone. Akibatnya, pola penggunaan smartphone yang tinggi ini
berpengaruh pada pola komunikasi interpersonal calon imam di Seminari T inggi Interdiosesan St.
Petrus Ritapiret. Calon imam akan lebih memilih menggunakan smartphone daripada membangun
komunikasi interpersonal dengan sesama. Hal Inilah yang menyebabkan kualitas komunikasi
interpersonal calon imam menurun.
Penulis melihat fakta ini sebagai situasi yang perlu dibenahi dengan tujuan untuk
merevitalisasi komunikasi interpersonal di Tengah maraknya fenomena phubbing di Seminari
Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret. Jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan ini adalah
dengan melakukan langkah langkah kreatif dan solutif berkenaan dengan upaya meningkatkan
kemabli kualitas komunikasi interpersonal calon imam.