Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
BHAJO, Yoseph
Subject
253 Kantor dan pekerjaan pastoral (teologi pastoral)
Datestamp
2024-06-03 01:26:29
Abstract :
Tujuan penulisan skripsi ini ialah menelaah dan mengkaji kesadaran hati para anggota Gereja, khususnya para Karmelit terhadap hakikat panggilannya bagi kaum miskin dengan berpedoman pada Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes artikel No. 14-17, 27 dan 32. Isi dokumen Gaudium et Spes secara umum berbicara tentang Gereja dalam hubungannya dengan dunia yang mengacu pada hubungan solidaritas, terutama ketika berhadapan dengan fenomena dunia yang menampilkan berbagai persoalan, diantaranya ialah berkaitan dengan martabat pribadi manusia yang mengancam eksistensinya dalam dunia saat ini. Solidaritas merupakan sarana yang mampu menjembatani antara Gereja dan dunia agar manusia secara utuh dan bebas menemukan eksistensinya sebagai manusia di dalam dunia.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kualitatif ialah dengan cara pendekatan studi pustaka yang dilakukan dengan mengumpulkan berbagai literatur melalui: buku-buku, kamus, dokumen-dokumen gereja, majalah, jurnal, artikel, manuskrip dan ditunjang dengan pengamatan maupun pengalaman langsung penulis ketika terjun di tengah umat. Sedangkan deskriptif kuantitatif ialah dengan cara penelitian lapangan yakni dengan menggunakan teknik wawancara.
Berdasarkan kajian teologis tentang solidaritas terhadap kaum miskin yang berpedomankan pada dokumen Gaudium Et Spes Artikel No. 14-17, 27 dan 32 bagi karya pastoral Para Karmelit menggarisbawahi bahwa aksi solidaritas merupakan sesuatu yang urgen di dunia saat ini. Solidaritas dianggap urgen oleh karena martabat manusia sebagai pribadi telah direnggut oleh mobilitas perubahan yang terjadi akibat rasionalitas dan kebebasan yang tidak dapat dikekang. Maka kehadiran solidaritas hendak menempatkan kembali peranan Gereja di tengah dunia dengan berlandaskan pada solidaritas Kristus. Solidaritas mutlak dilakukan agar terciptanya kesatuan antara Gereja dan dunia yang merupakan harapan dari terbentuknya dokumen konstitusi Gaudium et Spes. Gaudium et Spes berisikan tentang kegembiraanan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, yang juga merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus.