Abstract :
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk (1) menjelaskan demokrasi dan kapitalisme
sebagai suatu sistem politik dan ekonomi yang dominan di dunia saat ini, (2) mengkaji akar atau
dasar relasi antara demokrasi dan kapitalisme yang menyebabkan keduanya dianggap sebagai
pasangan serasi dan dapat bersinergi dalam menopang dan mengarahkan pembanguan suatu
negara, (3) mendeskripsikan dan mengelaborasi dilema dalam realasi antara demokrasi dan
kapitalisme yang lahir dari ruang konfliktual dan kontradiktif dalam hubungan antara demokrasi
dan kapitalisme, (4) meninjau secara kritis dan komprehensif dilema relasi antara demokrasi dan
kapitalisme melalui perspektif politik pembanguan sebagai implikasi kebijakan politik yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial, (5) mengeksplorasi berbagai
perspektif dan ide-ide baru dalam pembanguan di negara demokrasi-kapitalisme sebagai dasar
dalam menemukan opsi solutif di tengah tantangan, dinamika, dan kompleksitas relasi antara
demokrasi dan kapitalisme yang melahirkan dilema.
Metode yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode deskriptif
kualitatif. Objek yang dikaji ialah berbagai persoalan atau kasus dalam relasi antara demokrasi
dan kapitalisme yang dapat disebut sebagai dilema dalam kerangka pembanguan demi mencapai
pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial suatu negara. Buku-buku utama, seperti
Membela Kapitalisme Global karya Johan Norberg; Sapiens dan Homo Deus karya Yuval Noah
Harari; dan Demokrasi dan Demokratisasi karya Georg Sorensen, menjadi sumber-sumber
penting dalam mendukung keseluruhan isi tulisan ini. Selain itu, sumber-sumber lain dalam
penulisan karya ilmiah ini adalah buku-buku dan artikel-artikel yang mengkaji relasi antara
demokrasi dan kapitalisme serta politik pembanguan suatu negara demi mencapai pertumbuhan
ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Adapun karya ilmiah ini memperlihatkan bahwa relasi antara demokrasi dan kapialisme
diwarnai kontradiksi dan konflik yang kemudian menjadi tantangan tersendiri dalam usaha
negara mencapai pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Konflik dan kontradiksi
yang muncul dalam relasi keduanya berupa: pertumbuhan ekonomi dan kesenjangan ekonomi;
kekuasaan korporasi dan lemahnya partisipasi politik masyarakat; dominasi media dan opini
publik yang termodifikasi; dan pertumbuhan ekonomi dan kerusakan lingkungan. Situasi dan
kondisi inilah yang kemudian disebut sebagai dilema dalam relasi antara demokrasi dan
kapitalisme dalam suatu upaya pembanguan demi mencapai pertumbuhan ekonomi dan
kesejahteraan itu sendiri. Untuk mengatasi dilema ini, seluruh komponen penopang sistem atau
yang disebut juga sebagai pilar kekuasaan yakni negara, pasar dan masyarakat sipil perlu
menciptakan dan merumuskan formula atau skema relasi yang seimbang, positif-konstruktif, dan
komplementer. Dengan demikian, ketiga pilar ini menentukan bahwa negara yang kuat dan
akuntabel melalui good governance, pasar yang kompetitif dan adil, serta civil society yang aktif
dan kritis merupakan elemen kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan dan
keadilan sosial sebagai konsekuensi dari relasi antara demokrasi dan kapitalisme.