Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
JAPANG, Romanus
Subject
230 Agama Kristen, Teologi Kristen
Datestamp
2024-06-06 04:01:53
Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk: pertama, menjelaskan pandangan teologi tubuh Yohanes Paulus II tentang seks bebas di kalangan kaum remaja. Kedua, memperkenalkan figur Yohanes Paulus II dan pandangannya tentang teologi tubuh. Ketiga, menjelaskan kepada kaum remaja gambaran umum mengenai seks bebas, mulai dari pengertian, penyebab hingga akibat-akibatnya. Keempat, menerangkan kepada kaum remaja mengenai jati diri mereka sebagai makhluk ciptaan Tuhan, dan seksualitas sebagai anugerah yang luhur dan mulia, yang sangat berperan penting dalam menentukan masa depan mereka.
Objek kajian dalam penulisan skripsi ini adalah perilaku seks bebas di kalangan kaum remaja dalam terang Teologi Tubuh Yohanes Paulus II. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode analisis kualitatif. Penulis berusaha mendalami dan mempelajari dari pelbagai buku, jurnal-jurnal ilmiah dan pelbagai sumber pustaka lainnya tentang teologi tubuh Yohanes Paulus II, seks bebas, dan kaum remaja.
Berdasarkan hasil kajian disimpulkan bahwa seks bebas yang dilakukan di kalangan remaja merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap norma-norma etis sosial yang membawa dampak buruk bagi kehidupan dan masa depan kaum remaja. Jadi, seks bebas adalah praktik yang sangat tidak dibenarkan menurut ajaran Gereja Katolik, dan hal itu dianggap dosa berat. Untuk itu, teologi tubuh Yohanes Paulus II coba menghadirkan suatu pemahaman bahwa konsep tentang seksualitas mencakup pula konsep tentang tubuh manusia. Tubuh adalah aspek realis dari seksualitas. Tubuh dengan aspek-aspek biologisnya adalah pancaran kasat mata dari seksualitas manusia. Lebih lanjut, Yohanes Paulus II mengingatkan kita bahwa untuk menciptakan suatu tatanan dunia yang lebih baik, hal penting yang perlu dikerjakan adalah membawa kembali tiap manusia pada pemahaman yang benar tentang tubuhnya baik sebagai perempuan maupun sebagai laki-laki.