Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
BAPA, Faustus Ichadri Putra
Subject
392 Adat istiadat setempat
Datestamp
2024-06-07 03:53:35
Abstract :
Penulisan skripsi ini memiliki beberapa tujuan: pertama, untuk
menjelaskan Du?a Ngga?é sebagai Wujud Tertinggi suku Lio; kedua, untuk
mendeskripsikan ritus bercocok tanam masyarakat desa Wolomage; dan ketiga,
menjelaskan dan mendeskripsikan peranan Du?a Ngga?é dalam ritus bercocok
tanam masyarakat Wolomage.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek
yang dikaji adalah hubungan Du?a Ngga?é sebagai Wujud Tertinggi dalam suku
Lio dengan ritus-ritus bercocok tanam masyarakat desa Wolomage. Data-data yang
dikumpulkan berupa hasil wawancara, kutipan-kutipan dari buku dan artikel, dan
dari sumber-sumber lain yang berbicara tentang Du'a Ngga'é dan ritus bercocok
tanam yang dipraktekan masyarakat Wolomage. Kemudian, data-data ini
dikumpulkan, dikaji dan dianalisis oleh penulis.
Berdasarkan pembahasan, penelitian dan penulisan skripsi ini, penulis
menemukan bahwa sebelum kekristenan dikenal oleh masyarakat Wolomage,
mereka telah mengenal Wujud Tertinggi yang disebut Du?a Ngga?e atau biasa
dipanggil Du?a Ghéta Lulu Wula, Ngga?é Ghale Wena Tana, yang berarti Tuhan
Langit dan Bumi. Dalam sapaan ini, terdapat dua unsur kosmik yaitu, wula (bulan)
dan tana (tanah). Masyarakat Wolomage menggunakan ritus yang berkaitan dengan
kedua unsur kosmik di atas sebagai penghubung antara mereka dengan Du?a
Ngga?e. Hal ini dibuktikan dengan adanya ritus bercocok tanam yang dipraktekan
oleh mereka. Ritus ini memiliki hubungan dengan unstur kosmik tanah (tana). Ritus
bercocok tanam merupakan tradisi yang sangat penting. Selain karena mayoritas
masyarakat Wolomage adalah petani, ritus ini juga dianggap penting karena
memiliki hubungan dengan Du?a Ngga?é.
Melalui tinjauan deskriptif tersebut, penulis menggolongkan ritus
bercocok tanam sebagai suatu pendekatan filsafat ekologi. Penulis juga membuat
relevansi, yaitu signifikansi ritus-ritus bercocok tanam masyarakat desa Wolomage
dan pengaruhnya untuk mengatasi krisis ekologi