Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
SOGEN, Margareth Putri Nogo Barek
Subject
780 Musik
Datestamp
2024-08-14 23:20:01
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi instrumen musik
liturgi dalam perayaan ekaristi di paroki St. Maria Immaculata Assumpta Habi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mix
method), yakni penggabungan dua metode yakni penelitian kualitiatif dan
kuantitatif. Data penelitian ini adalah tentang Implementasi Instrumen Musik
Liturgi dalam Perayaan Ekaristi di Paroki St. Maria Immaculata Assumpta Habi.
Sumber data sekunder penelitian ini adalah beberapa buku tentang musik dan
liturgi dan juga ajaran-ajaran Gereja seperti Konsili Vatikan II. Instrumen dalam
penelitian ini dengan metode observasi, kuesioner, dan wawancara sebagai
instrumen utama dalam pengambilan data. Data yang telah diperoleh selama masa
penelitian, kemudian dianalisis dengan beberapa langkah, yaitu mendeskripsikan
hasil observasi langsung di lapangan, peran organis yang memiliki peran penting
dalam penerapan musik liturgi, wawancara pada beberapa tokoh kunci, tentang
bagaimana implementasi musik liturgi di Paroki Habi. Setelah itu, informasi yang
telah dikumpulkan selanjutnya diolah dengan menggunakan formulasi bahasa
yang logis dan terarah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh peneliti.
Hasil yang dicapai dalam penelitian ini yaitu Sehubung dengan pentingnya
musik liturgi, paroki Santa Maria Immaculata Assumpta Habi dalam karya
pastoral sungguh-sungguh memperhatikannya dalam ranah praksis. Hal ini terlihat
dengan adanya kerjasama para petugas liturgi, dirigen, seksi liturgi dan organis,
pastor paroki maupun umat untuk menyiapkan musik liturgi untuk perayaan
liturgi ekaristi. Dalam implementasi musik liturgi di paroki tersebut, secara umum
dilaksanakan dengan baik. Hal itu ditandai dengan pemilihan lagu yang
disesuaikan dengan tema perayaan, program latihan koor penggerak maupun
organis, para organis yang terus berlatih dan mengembangkan bakatnya dan
viii
mampu mengiringi musik liturgi dengan baik walaupun terdapat kekurangan,
umat yang turut berpartisipasi dalam nyanyian liturgi, dan kesan kemeriahan dan
keagungan gereja muncul, dan adanya penghayatan terhadap musik liturgi sebagai
bagian dari liturgi yang bernilai sakral. Sehubungan dengan kekurangan ini
diharapkan para agen pastoral untuk mengembangkan pastoral musik liturgi
dengan menggalakkan program pelatihan dan kursus bagi para organis dan
memberi masukan yang berarti bagi umat paroki Habi. Dengan itu, praksis musik
liturgi semakin berkualitas dan dapat menghantar umat untuk menghayati misteri
dalam perayaan liturgi.
Selain itu, terdapat sejumlah kekurangan yakni kurangnya pemahaman
tentang hakikat musik liturgi yang mengakibatkan keterlibatan dan partisipasi
aktif dalam nyanyian liturgis minim, organis masih kurang konsisten dalam
mengiringi musik liturgi sesuai dengan kaidah liturgi seperti suara musik
mendominasi, lagu yang kurang melibatkan partisipasi umat, ekspresi musikal
melalui permainan instrumen organ itu belum sepenuhnya, penggunaan beet dan
penentuan model iringan yang mengarah ke musik pop atau musik sekuler.
Selanjutnya, belum terdapat program pengembangan kualitas praksis musik liturgi
melalui pelatihan dan pendampingan musik liturgi di wilayah paroki. Diharapkan
para agen pastoral untuk mengembangkan pastoral musik liturgi dengan
menggalakkan program pelatihan dan kursus bagi para organis dan memberi
masukan yang berarti bagi umat paroki Habi. Dengan itu, praksis musik liturgi
semakin berkualitas dan dapat menghantar umat untuk menghayati misteri dalam
perayaan liturgi.