DETAIL DOCUMENT
Perbandingan Makna Pemberian Nama dalam Ritus Wa’u Mbere Suku Nggai dan Sakramen Baptis Katolik Serta Implikasinya Bagi Inkulturasi Liturgi.
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
KASMAN, Adelbertus Zakarias
Subject
265 Sakramen dan ritual lain dalam Kristen 
Datestamp
2024-08-14 23:34:01 
Abstract :
Pokok permasalahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah mencari dan menemukan makna pemberian nama yang terkandung dalam Ritus Wa?u Mbere suku Nggai dan membandingkannya dengan makna yang terdapat dalam Sakramen Baptis Katolik. Atas dasar itu, pertanyaan pokok yang diajukan adalah apa makna pemberian nama dalam ritus Wa?u Mbere masyarakat suku Nggai? Bagaimana perbandingan makna pemberian dalam ritus Wa?u Mbere dan Sakramen Baptis Katolik? Apa implikasinya bagi inkulturasi liturgi? Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif-kualitatif dan komparatif. Sumber data utama untuk menjelaskan kajian ritus Wa?u Mbere diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Suku Nggai, tokoh-tokoh senior dalam Suku Nggai dan tokoh-tokoh budaya setempat. Sumber data sekunder diperoleh dengan membaca berbagai literatur tentang kebudayaan dalam masyarakat. Sumber referensi utama dalam menjelaskan kajian tersebut adalah buku-buku teologi kontekstual dan buku-buku mengkaji Liturgi Gereja Katolik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ritus Wa?u Mbere merupakan suatu ritus inisiasi tradisional suku Nggai. Ritus ini diadakan untuk menyambut kelahiran baru dalam suku Nggai, memberi nama dan menginisiasi sang bayi ke dalam suku Nggai. Di dalam ritus Wa?u Mbere terkandung makna syukur atas kehidupan baru dan doa serta harapan untuk kehidupan yang baik, yang kemudian dipertegas dengan memberi nama suku kepada sang bayi. Dilihat dari makna yang terkandung di dalamnya ritus Wa?u Mbere bukanlah praktik kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran iman Katolik. Ritus ini dalam Gereja Katolik dapat disandingkan dengan salah satu Sakramen Inisiasi, yakni Sakramen Baptis. Sakramen Baptis merupakan sakramen yang menginisiasi seseorang ke dalam persekutuan Gereja, membebaskannya dari dosa asal dan diangkat menjadi anak-anak Allah. Di dalamnya juga terkandung syukur, doa dan harapan sang anak memiliki kehidupan iman yang baik. Dengan menerima Sakramen Baptis seseorang mengambil bagian secara tugas dan misi Gereja. Dalam liturgi Sakramen Baptis terdapat tradisi memberi nama Baptis kepada sang terbaptis berdasarkan nama orang kudus atau yang bercita rasa Kristiani. Pemberian nama baptis ini bermakna persekutuan anggota Gereja, simbol anugerah hidup baru, sumber teladan atau inspirasi dan kesatuan iman dengan para kudus. Kemiripan makna yang terdapat dalam ritus Wa?u Mbere dan Sakramen Baptis membuka kemungkinan akan adanya suatu inkulturasi liturgi Sakramen Baptis Katolik ke dalam ritus Wa?u Mbere melalui liturgi peribadatan. Hal ini kemudian dipertegas oleh kenyataan bahwa Gereja sendiri sangat terbuka terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam budaya-budaya selama tidak bertentangan dengan ajaran iman Kristiani. Dalam inkulturaSi tersebut ritus budaya ini diberi warna dan makna yang lebih Kristiani dalam satu kemasan ?Liturgi Ibadat Wa?u Mbere Katolik?. Dengan dilakukannya inkulturasi Liturgi Sakramen Baptis, ritus Wa?u Mbere yang dijalani kemudian tidak lagi hanya sebuah ritus budaya untuk ix memberi nama dan menginisiasi seseorang ke dalam suku Nggai, melainkan juga menjadikan seseorang sebagai anggota Gereja dan anak-anak Allah. Namun demikian, upaya ini tetap memiliki kelemahan yang mesti dipertimbangkan dengan baik, terutama dalam penggunaan simbol-simbol tertentu, agar upaya ini sungguh memurnikan nilai-nilai budaya dan membawa umat kepada penegalaman iman akan Allah. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO