DETAIL DOCUMENT
Etik Global Hans Küng dan Relevansinya Dalam Upaya Membangun Relasi yang Damai Antaragama di Indonesia
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
DUA, Sabinus
Subject
210 Filsafat dan teori agama 
Datestamp
2024-08-14 23:37:33 
Abstract :
Penulisan Tesis ini bertujuan untuk: (1) mengenal sosok Hans Küng dan karyanya; (2) memahami konsep Etik Global Hans Küng; (3) menjelaskan realitas konflik antaragama di Indonesia dalam terang pemikiran Etik Global Hans Küng; (4) menemukan relevansi Etik Global Hans Küng dalam upaya menciptakan relasi yang damai antaragama di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan. Rujukan utama yang digunakan oleh penulis yaitu sumber tertulis dari Hans Küng dan beberapa referensi terkait yang mengulas seputar tema Etik Global Hans Küng. Selain itu, penulis juga mendalami beberapa sumber kepustakaan yang mengulas seputar isu relasi antaragama di Indonesia. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini yaitu konsep Etik Global Hans Küng sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia. Hal ini karena konteks Indonesia yang ditandai dengan pluralitas agama dan kerap melahirkan konflik. Melalui dokumen Etik Global, realitas pluralitas agama ini dapat dijadikan sebagai peluang untuk menciptakan perdamaian di Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membahasakan kembali konsep Etik Global yang memuat di dalamnya kaidah emas dan prinsip kemanusiaan dalam bahasa publik sehingga dengan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Hal ini dapat dilakukan melalui strategi pendidikan atau penyadaran yang dimulai dari ranah kaum intelektual, para tokoh agama, orang tua, guru dan terutama masyarakat akar rumput. Selain itu, konsep Etik Global juga dapat diterapkan melalui upaya menciptakan dialog sebagai agama baru yang menuntut tanggung jawab dari semua pihak. Dialog tersebut tidak berkutat seputar persoalan doktrinal melainkan persoalan kemanusiaan dan persoalan bersama dalam masyarakat. Dalam hal ini dialog dapat dimulai secara internal dalam agama-agama dan berlanjut pada dialog kemanusiaan. Secara konkret strategi dialog ini mencakupi dialog intelektual, dialog kehidupan dan dialog aksi. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO