Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan aJaran tentang kasih dan
kebenaran dalam teks 1 Korintus 13:3-8; (2) menjelaskan konsep kasih dan
kebenaran dalam ensiklik Caritas in Veritate Paus Benediktus XVI; (3) membuat
perbandingan antara konsep kasih dan kebenaran menurut 1 Korintus 13:3-8 dan
ensiklik Caritas in Veritate Paus Benediktus XVI.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Penulis
mendalami sumber-sumber eksegetis yang mengulas seputar konsep kasih dan
kebenaran seturut teks 1 Korintus 13:3-8. Penulis juga mendalami ensiklik Caritas
in Veritate dan sumber-sumber terkait yang mengulas tentang tema bersangkutan.
Hasil yang dicapai dalam penelitian ini yaitu konsep kasih dan kebenaran dalam 1
Korintus 13:3-8 memuat beberapa ide pokok di dalamnya yaitu kasih itu identik
dengan kasih agape yang bersumber dari Allah. Selain itu Paulus juga lebih lanjut
menjelaskan ciri dari sikap kasih yang bersifat konkret yaitu sabar; murah hati; tidak
cemburu; tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Sikap mengasihi ini juga
harus diaplikasikan oleh manusia dalam tindakan konkretnya. Lebih lanjut Paulus
juga menjelaskan tentang kekekalan dari kasih karena dicurahkan oleh Roh Kudus
ke dalam hati manusia. Paulus juga melihat kebenaran sebagai cahaya yang
menuntun manusia agar menjauhkandiri dari kejahatan.
Dalam ensiklik Caritas in Veritate, kasih dan kebenaran itu juga dilihat
sebagai yang bersumber dari pewahyuan Allah; bersifat integralistik; memiliki
kaitan erat dengan keadilan, pengetahuan dan kebaikan umum. Kasih dan
kebenaran juga dapat diaplikasikan demi mengatasi persoalan globalisasi dan
kemajuan. Kasih dan kebenaran dalam 1 Korintus 13:3-8 dan ensiklik Caritas in
Veritate memiliki persamaan dan perbedaan di dalamnya. Persamaan-persamaan
itu mencakupi sumber kasih dan kebenaran yang berasal dari Allafu kasih dan
kebenaran sebagai sumber kekuatan; kasih dan kebenaran sebagai orientasi hidup;
kasih dan kebenaran sebagai tindakan konkret.
Me skip un memil iki p er s amaan p andangan, ter d ap at pul a p erbe daanny a.
Perbedaan itu mencakupi konteks penulisan, sasaran pewartaaan dan juga beberapa
gagasan teologis penting yang dibentuk seturut konteks. Dalam hal ini sasaran
pewartaan dari surat Paulus bersifat eksklusif bagi umat kristen, apologetis,
membentuk moralitas secara rohani dan diwamai tujuan yang bersifat eskatologis
yaitu pemenuhan secara sempuffla pada akhir zamafi. Sementara itu dalam ensiklik
Caritas in Yeritate sasaran penulisannya diperluas kepada umat manusia pada
umunnya. Konsep kasih dan kebenaran dalam ensiklik Caritas in Veritate juga
lebih bernuansa integralistik; diliputi oleh tujuan demi pengembangan dalam
bidang-bidang kehidupan entah itu dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi.
Dengan mengacu pada sasaran yang lebih luas tersebut ensiklik Caritas in Veritate
juga menekankan pemahamantentang kasih dan kebenaran yang bersifat dialogis dan terbuka terhadap perkembangan hidup manusia demi tujuan mengoreksi cara pandang tentang manusia dan kemajuan yang keliru