DETAIL DOCUMENT
Implementasi Ensiklik Laudato Si Dalam Kebijakan Pastoral Paroki Sebagai Usaha Meningkatkan Kesadaran Ekologis Umat Di Paroki St. Yosef Pekerja Wairpelit Keuskupan Maumere
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
PASARIBU, Astina Vebriani
Subject
261 Teologi sosial 
Datestamp
2024-08-14 23:43:17 
Abstract :
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi Ensiklik Laudato Si dalam kebijakan pastoral paroki sebagai usaha meningkatkan kesadaran ekologis umat di Paroki St. Yosef Pekerja Wairpelit Keuskupan Maumere. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti adalah makna dan pesan-pesan nilai ekologis dari ensiklik Laudato Si serta peningkatan kesadaran ekologis dari umat paroki St. Yosef Pekerja Wairpelit Keuskupan Maumere. Sumber data utama karya ilmiah ini adalah ensiklik Laudato Si, dan karya Edwind Satri, ?Keadilan Ekologi Antargenerasi (Suatu Refleksi Kritis Teologis dalam Terang Laudato Si.? Sumber data sekunder diperoleh melalui beberapa kajian terdahulu tentang tanggung jawab ekologi. Teknik pengumpulan data yang dipakai oleh penulis adalah studi literatur, wawancara, dan fokus grup diskusi. Wawancara dan fokus grup diskusi dilakukan sesuai konteks umat setempat dan berdasarkan kenyataan tentang penghayatan hidup mereka dalam hubungannya dengan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa, implementasi Ensiklik Laudato Si dalam kebijakan pastoral Paroki St. Yosef Pekerja Wairpelit Keuskupun Maumere dapat meningkatkan kesadaran umat untuk merawat bumi sebagai rumah bersama. Dengan adanya seruan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si, umat semakin menyadari bahwa, pertama, tanggung jawab merawat bumi adalah tanggung jawab bersama. Kedua, gerakan bersama untuk menanam ?satu rumah satu pohon,? gerakan pemeliharaan tanaman, penyediaan tempat sampah dan aksi Jumat bersih sungguh disadari sebagai tindakan praktis untuk menyelamatkan wajah bumi yang terluka. Ketiga, umat menyadari bahwa manusia adalah bagian dari alam, dan bukan sebaliknya alam adalah bagian dari manusia. Perubahan kesadaran seperti ini hanya mungkin melalui pertobatan ekologis. Keempat, semua bentuk kesadaran ini lahir dari spiritualitas ekologis sebagai dasar untuk berpartisipasi merawat alam, dan juga sebagai kekuatan untuk berjalan bersama alam menuju Allah sebagai pencipta langit dan bumi serta segala isinya. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO