DETAIL DOCUMENT
Korban dalam Ritus Pau Bau Masyarakat Lewoawan-Flores Timur dan Korban Ekaristi: Sebuah Studi Komparatif Teologi Pastoral dan Relevansinya Bagi Karya Pastoral Gereja.
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
MUDA, Kristianus Lambertus Lambera
Subject
266 Misi Kristiani, misi Kristen 
Datestamp
2024-08-14 23:51:35 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji dan menjelaskan konsep dan makna korban dalam ritus pau bau dan korban ekaristi, (2) melukiskan dan membandingkan korban dalam ritus pau bau dengan korban ekaristi serta mengungkapkan relevansinya bagi karya pastoral Gereja. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan dan penelitian lapangan yakni melalui wawancara dan observasi partisipatif. Objek yang diteliti ialah perbandingan korban dalam ritus pau bau dengan korban ekaristi. Sumber data primer tulisan ini ialah cerita tentang ritus pau bau yang diperoleh dari para narasumber dan sumber-sumber kepustakaan tentang ekaristi. Sumber data sekunder diperoleh dari kajian terhadap penelitian-penelitian terdahulu terutama yang berhubungan dengan kebudayaan masyarakar Lewoawan dan ritus korban. Berdasarkan hasli penelitian, diungkapkan bahwa perbandingan korban dalam ritus pau bau dan korban ekaristi menampilkan dua hal berikut yakni adanya titik temu dan titik pisah/pembeda. Titik temu menunjukkan bahwa unsurunsur korban dalam ekaristi paralel atau memiliki kemiripan dengan unsur-unsur korban dalam ritus pau bau. Unsur-unsur yang termasuk dalam titik temu antara lain: (1) korban pepulih-pelunasan atau penebusan, (2) korban permohonan berkat. (3) korban pujian dan syukur, (4) bentuk pemberian diri dan pengorbanan, (5) perayaan kenangan, (6) tanda perjanjian, (7) perayaan simbolis, (8) adanya mezbah/meja pengorbanan, dan (9) perjamuan bersama. Selain titik temu, ada juga titik pisah/pembeda. Titik pisah menunjukkan bahwa terdapat unsur-unsur hakiki dalam korban ekaristi yang tidak dapat diparalelkan atau dipertemukan dengan korban dalam ritus pau bau. Unsur-unsur yang termasuk dalam titik pisah atau pembeda antara lain: (1) bahan korban, (2) alamat/tujuan pengorbanan, (3) tempat dan waktu upacara, (4) pemimpin perayaan, (5) konsekrasi dan transubstansiasi, serta (6) sifat korban. Studi perbandingan ini dapat dimanfaatkan oleh Gereja dalam karya pastoralnya untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Melalui pastoral berbasiskan budaya dan dialog, para agen pastoral dapat menyadarkan umat tentang arti penting ekaristi, serta nilai dan makna yang terkandung dalam ritus pau bau. Dengan demikian umat dapat diantar kepada pemahaman yang tepat mengenai ritus pau bau, mencintai dan berakar dalam budayanya sendiri, serta semakin bertumbuh dalam iman dan mencintai ekaristi. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO