DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Spiritualitas Santo Yohanes Paulus II di Tahun Orientasi Rohani (TOR) Bagi Kehidupan Spiritual Calon Imam Diosesan di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
WAWA, Kuirinus Moda
Subject
248 Pengalaman, praktik dan hidup Kristiani 
Datestamp
2024-08-14 23:51:57 
Abstract :
Studi ini bertujuan untuk (1) menjelaskan tahap pembinaan Tahun Orientasi Rohani (TOR) St. Yohanes Paulus II di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret (2) menjelaskan formasi spiritualitas calon imam (3) menjelaskan spiritualitas Santo Yohanes Paulus II (4) menjelaskan pengaruh formasi spiritualitas St. Yohanes Paulus II di TOR bagi calon imam di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret. Metode yang digunakan adalah metode analisis data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah data dan informasi dari responden melalui kuesioner dan wawancara langsung. Sementara data sekunder berkaitan dengan beberapa dokumen yang diperoleh dari kantor Sekretariat Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, Sekretariat Keuskupan Maumere, perpustakaan, dan dokumen seksi sekretariat para frater. Maka, peneliti menggunakan teknik kuesioner dan wawancara sambil memadukannya dengan penelitian kepustakaan dan observasi partisipatoris. Dewasa ini, kemajuan zaman yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa tantangan yang cukup kompleks bagi tugas yang dijalankan oleh imam. Di tengah tantangan tersebut, persatuan dengan Kristus lewat kehidupan spiritualitas yang baik menjadi aspek yang perlu mendapat itensi khusus. Hal itu karena aspek spiritualitas adalah nyawa atau spirit yang mendukung seorang imam dalam mengambil bagian dalam tiga tugas imam, yaitu imam yang menguduskan, nabi yang mengajar dan mewartakan Sabda Tuhan, dan raja yang memimpin dan menggembalakan umat. Dengan menjalankan tiga tugas tersebut, seorang imam menjalankan peran penting bagi keberlangsungan Gereja. Pada dasarnya pengembangan hidup spiritualitas imamat, dijalankan oleh imam sepanjang hidupnya, mulai sejak masa formasi di seminari sampai akhir hayat. Formasi spiritualitas di Tahun Orientasi Rohani Santo Yohanes Paulus II di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret adalah dasar pembinaan spiritual calon imam diosesan. Formasi spiritualitas di TOR dengan bertolak dari spiritualitas Santo Yohanes Paulus II berkontribusi dalam formasi spiritualitas calon imam diosesan Santo Petrus Ritapiret. Pengembangan aspek spiritualitas ini dijalankan melalui program-program yang teratur dan terstruktur melalui pembinaan hidup doa, Ekaristi, mendengarkan Sabda, devosi kepada Santa Perawan Maria, keterlibatan dalam sakramen-sakramen, Lectio Divina, sakramen tobat, bimbingan rohani, salve, adorasi, vesper, completorium, koronka, jalan salib, doa rosario, rekoleksi, dan ret-ret. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, program-program ini telah berkontribusi penting dalam pengembangan spiritualitas ix calon imam di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret. Peran tersebut menyata dalam kematangan hidup rohani calon imam yang tampak dalam beberapa kualitas, antara lain: cinta kepada Allah dan sesama, semangat kerekanan dan persatuan, penyangkalan diri, ketaatan, selibat, dan kemurnian, semangat berdevosi kepada santa Perawan Maria, sikap hormat terhadap imam dan Gereja, serta minat pada kerasulan dan misi. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO