Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
HULER, Silvester Gebhardus Kenehan
Subject
225 Perjanjian Baru
Datestamp
2024-08-15 00:00:12
Abstract :
Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis dan menjelaskan pelaksanaan pendidikan karakter di SMK Swasta Katolik Syuradikara dalam terang Gembala yang Baik dalam Yohanes 10:1-15 dan relevansinya bagi pengembangan pendidikan karakter di sekolah-sekolah katolik. Tujuan utama ini dicapai melalui beberapa tahapan atau langkah kerja berikut ini: (1) Menggambarkan secara umum konsep pendidikan karakter. (2) Mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di SMK Swasta Katolik Syuradikara. (3) Menganalisis pelaksanaan pendidikan karakter di SMK Swasta Katolik Syuradikara dalam terang Gembala yang Baik dalam Yohanes 10:1-15. (4) Menjelaskan relevansi dari pelaksanaan pendidikan karakter di SMK Swasta Katolik Syuradikara dalam terang Gembala yang Baik dalam Yohanes 10:1-15 bagi pengembangan pendidikan karakter di sekolah-sekolah Katolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan dan lapangan. Pendekatan penelitian kepustakaan dilakukan dengan mendalami berbagai literatur, sedangkan pendekatan penelitian lapangan dilakukan dengan membuat wawancara dengan pihak-pihak terkait.
Berdasarkan hasil kajian penulis, disimpulkan bahwa pendidikan karakter di SMK Swasta Katolik Syuradikara dijalankan secara efektif berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam teks Gembala yang Baik dalam Yohanes 10:1-15. Ada empat poin yang menunjukkan hal ini. (1) Ada hubungan antarpribadi yang mendalam antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan karakter di SMK Swasta Katolik Syuradikara. (2) SMK Swasta Katolik Syuradikara senantiasa mengedepankan aspek keteladanan dalam usaha untuk mendidik dan membentuk karakter para peserta didik. (3) Kasih senantiasa melandasi dan menjiwai keseluruhan proses pendidikan karakter di SMK Swasta Katolik Syuradikara. (4) SMK Swasta Katolik Syuradikara senantiasa menjamin keselamatan dan kehidupan yang berlimpah bagi para peserta didiknya, yang dalam konteks pendidikan karakter dimaknai sebagai kematangan diri.
Bertolak dari hasil penelitian ini, penulis menawarkan empat poin yang dapat menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah Katolik dalam usaha untuk mengembangkan pendidikan karakter. (1) Intimasi relasi interpersonal antara pendidik dengan peserta didik sebagai dasar dari keseluruhan proses pendidikan karakter. (2) Keteladanan sebagai model utama dari pelaksanaan pendidikan karakter. (3) Kasih sebagai sikap dasar dari keseluruhan proses pendidikan karakter. (4) Kematangan diri peserta didik sebagai tujuan akhir dari pendidikan karakter.