Abstract :
Tradisi tah penfe?ou pada masyarakat Oeolo telah mengalami perubahan
seiring dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal pemahaman dan
praktiknya. Tulisan ini mengulas perbandingan pandangan masyarakat Oeolo pada
zaman dahulu dan sekarang terkait dengan tradisi tah penfe?ou. Pemahaman
masyarakat tentang peran Tuhan, alam, dan manusia dalam tradisi ini
mencerminkan hubungan erat antara spiritualitas, lingkungan, dan budaya. Pada
zaman dahulu, tradisi tah penfe?ou difokuskan hanya pada ungkapan syukur
terhadap hasil panen jagung, dengan pelaksanaan yang mengutamakan
penghormatan kepada Tuhan (Uis Neno) dan alam (Uis Naijan-Uis Afu) sebagai
pencipta dan pemberi kehidupan. Masyarakat menganggap Tuhan sebagai pemberi
dan pemelihara kehidupan, dan alam dihormati sebagai tempat tumbuh
kembangnya manusia, hewan, tumbuhan maupun segala sesuatu yang ada di
dalamnya. Peran manusia pun termuat dalam tradisi ini yang lebih menekankan
pada pembentukan persatuan dan kekeluargaan, dengan semua anggota suku untuk
secara aktif dan partisipatif menjaga dan memperkenalkan tradisi tah penfe?ou dari
generasi ke generasi berikutnya. Sementara itu, zaman sekarang menyaksikan
pengaruh masuknya agama Katolik Roma di wilayah Oeolo juga turut
mempengaruhi pemahaman tradisi tah penfe?ou dan juga proses pelaksanaanya.
Pengaruh Gereja pun turut mempertegas kembali nilai-nilai luhur yang ada di balik
tradisi tah penfe?ou. Meskipun mengalami penyesuaian seiring berjalannya waktu
dan adanya pengaruh agama Katolik Roma, tradisi tah penfe?ou tetap menjadi
instrumen pengantar bagi pemahaman dan pelaksanaan nilai-nilai persatuan,
syukur, dan keharmonisan dalam masyarakat Oeolo. Perbedaan antara pemahaman
masyarakat zaman dahulu dan sekarang mencerminkan dinamika perubahan
budaya dan spiritualitas, namun nilai-nilai tradisional tetap terjaga sebagai bagian
integral dari identitas budaya masyarakat Oeolo.