Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
DEONA, Hendrikus Emanuel Adogalo
Subject
238 Kredo, pengakuan iman, perjanjian, dan katekismus
Datestamp
2024-10-20 11:21:51
Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk (1) menjelaskan kepada umat beriman di Paroki Boto Keuskupan Larantuka, yang punya semangat kebaktian devosional sebagai ungkapan iman kepada Allah Tritunggal melalui Perawan Maria tentang dasar bakti dan sikap Gereja terhadap praktik kebaktian tersebut, (2) mengkaji pokok-pokok iman Gereja dalam syahadat para rasul; iman kepada Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus, dalam diri Perawan Maria, (3) mendeskripsikan peranan Maria dalam karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus, dalam seluruh perjalanan hidup Gereja, (4) mendeskripsikan implikasi bagi penghormatan akan Maria bagi umat Paroki Boto, Keuskupan Larantuka.
Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menemukan bahwa terdapat kebaktian-kebaktian devosional yang ada di Paroki Boto, Gereja lokal Keuskupan Larantuka. Kebaktian-kebaktian ini, sebagai ungkapan iman kepada Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus dalam diri Perawan Maria. Umat Paroki Boto, Keuskupan Larantuka menghormati secara istimewa akan kerelaan Maria serta jasa-jasanya, untuk terlibat secara penuh dalam rencana keselamatan Allah, melalui Yesus Kristus Putranya. Kerelaan itu ditunjukkan melalui kesediaan dirinya mengandung dari Roh Kudus, untuk memenuhi peristiwa inkarnasi. Selain itu berkat jasa-jasanya, mendamping Putranya dalam karya hingga berpuncak pada sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus. Tidak berakhir sampai disitu, Maria tetap menunjukkan kesetiaannya untuk mendamping para rasul dan memulai karya Gereja Kristus di dunia.
Penulis melihat praktik kebaktian devosional yang berkembang di kalangan umat Paroki Boto, Keuskupan Larantuka sebagai bagian dari kesalehan umat. Melalui kelompok-kelompok kategorial religius awam yang ada di paroki, umat beriman menyatakan diri untuk bergabung dan mengimani Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus dalam diri Perawan Maria. Maria menjadi bentuk kecintaan terdalam kepada Allah yang telah berinkarnasi menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia. Dengan melihat peran serta jasa-jasanya, umat Paroki Boto menjadikan Maria sebagai spirit hidup bakti untuk melayani Kristus dan Gereja-Nya dalam diri sesama manusia. Belajar dari Perawan Maria, umat Paroki Boto tumbuh dalam semangat pelayanan kepada Gereja dengan terlibat dalam program-program pastoral, tekun dalam doa, kerelaan untuk berbagi, dan semangat untuk bermisi.
Dengan melihat peran serta jasa-jasanya, Maria dihormati secara istimewa di kalangan umat Paroki Boto. Atas kecintaan yang besar ini, umat Paroki Boto membangun kesalehan rohani yang berguna bagi perkembangan dan kematangan iman. Idealisme ini, bagi penulis, dapat diwujudkan oleh umat Paroki Boto, Keuskupan Larantuka.