Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
WUDA, Metodius Alberto Nong
Subject
210 Filsafat dan teori agama
Datestamp
2024-10-20 11:10:36
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan tema moderasi beragama di Indonesia, (2) mendalami moderasi beragama yang terkandung dalam kisah perempuan Siro-Fenisia (Mrk. 7:24-30), dan (3) menguraikan relevansi moderasi
beragama dalam teks Markus 7:24-30 bagi kehidupan berwarga negara di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode kualitatif melalui studi kepustakaan. Sesuai dengan metode ini, penulis berusaha mendalami Kitab Suci, buku-buku, artikel jurnal, dan beberapa sumber internet yang membicarakan tema moderasi beragama dan kisah perempuan Siro-Fenisia. Sumbersumber yang membicarakan kajian eksegetis tentang kisah perempuan Siro-Fenisia merupakan sumber penting yang digunakan sebagai pintu masuk untuk menemukan
elemen-elemen moderasi beragama dalam kisah tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Kisah perempuan Siro-Fenisia dalam Mrk. 7:24-30 ini juga membicarakan tema tentang moderasi beragama. Elemen-elemen moderasi beragama dalam kisah ini ditandai dengan adanya perjumpaan antara Yesus yang mewakili bangsa Yahudi dan perempuan Siro-Fenisia yang mewakili bangsa non Yahudi. Inisiatif Yesus dan perempuan Siro-Fenisia yang mau keluar dari pandangan eksklusif bangsanya masing-masing menunjukkan bahwa keduanya ingin mengoreksi pandanganpandangan sempit keagamaan yang telah mengekang kebebasan sesama sebagai manusia yang bermartabat. Moderasi beragama yang ditampilkan dalam perjumpaan antara Yesus dan perempuan Siro-Fenisia ini diperkuat dengan adanya dialog keberagaman, dialog ini menjadi model dialog antaragama yang berlangsung secara
moderat. (2) Elemen-elemen moderasi beragama yang terkandung dalam kisah perempuan Siro-Fenisia (Mrk. 7:24-30) dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi kehidupan berwarga negara di Indonesia yang ditandai realitas pluralisme dan multikulturalisme. Nilai-nilai moderasi beragama yang dikembangkan dalam tulisan ini juga terkandung dalam Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, hal ini menjadi salah satu alasan mengapa bangsa Indonesia selalu dapat keluar dari benturanbenturan keagamaan yang terjadi di tanah air.