DETAIL DOCUMENT
Makna Dialog Yesus dengan Perempuan Samaria dalam Yohanes 4:1-42 bagi peningkatan Martabat Kaum Perempuan di Desa Balauring-Kedang
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
HOARATAN, Jemianus Beni
Subject
225 Perjanjian Baru 
Datestamp
2024-10-20 10:59:25 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui makna dialog antara Yesus dengan perempuan Samaria dalam Injil Yohanes 4:1-42. (2) Mendeskripsikan peran dan martabat kaum perempuan di Desa Balauring-Kedang. (3) Menjelaskan relevansi antara dialog Yesus dengan perempuan Samaria dalam Injil Yohanes 4:1-42 dengan Martabat kaum perempuan di Desa Balauring-Kedang. Penelitian metode kualitatif ini menggunakan dua metode, yaitu metode penelitian lapangan dan metode kupustakaan. Penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara dengan narasumber-narasumber di Desa Balauring-Kedang, sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari buku-buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan tema penelitian. Bentuk ketidakadilan yang dialami kaum Perempuan Balauring yang masih dipertahankan oleh masyarakat dengan bertumbuhnya budaya patriarki, membuat ruang gerak kehidupan kaum perempuan dalam berbagai bidang kehidupan masih terkurung dalam otoritas laki-laki. Perempuan Balauring tidak memiliki kesempatan untuk mengambil peran dalam masyarakat. Berhadapan dengan berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami oleh kaum perempuan Balauring, penulis menampilkan kisah dialog antara Yesus dengan perempuan Samaria dalam Injil Yohanes 4:1-42 yang menjadi landasan dan cerminan bagi perjuangan kaum perempuan Balauring dalam upaya memperoleh kedudukan yang setara dengan kaum laki-laki. Penulis menjadikan tokoh perempuan Samaria dalam kisah ini sebagai contoh bagi perempuan Balauring untuk terlibat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Perempuan Balauring membutuhkan suatu kebebasan dari belenggu ketidakadilan yang mengikat mareka untuk berperan aktif dalam berbagai bidang masyarakat. Walaupun demikian, peran perempuan Balauring masih dibatasi oleh budaya patriarki. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO