Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
NELO, Maria Adelheid
Subject
248 Pengalaman, praktik dan hidup Kristiani
Datestamp
2024-10-20 10:47:50
Abstract :
Karya ilmiah ini bertujuan untuk (1) menjelaskan selayang pandang mengenai siapa itu orang Ngada, (2) menjelaskan wujud tertinggi sebagai aspek religiositas dalam pandangan
orang Ngada, (3) menganalisis logika bahasa Dewa Zeta Nitu Zale dari aspek maskulinitas dan feminitas dalam terang religiositas orang Ngada.
Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini ialah analisis-deskriptif- kualitatif. Objek yang diteliti adalah konsep Dewa Zeta Nitu Zale dan konsep religiositas menurut keyakinan orang Ngada. Sumber data utama penelitian ini ialah buku ?Hermeneutika Tradisi Ngada, penghormatan untuk Hubert Muda,? dan buku ?Masyarakat Ngada? menurut
Paul Arndt. Sumber data sekunder diperoleh dari kajian atas pelbagai buku, jurnal, kamus, ensiklopedi, skripsi, dan artikel-artikel tentang Dewa Zeta Nitu Zale, baik yang ditemukan di perpustakaan, maupun yang diunduh dari internet. Setelah data dikumpulkan, penulis melakukan analisis data untuk menjawab rumusan masalah.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, ekspresi frasa Dewa Zeta Nitu Zale adalah Wujud Tertinggi dalam religiositas
orang Ngada. Kedua, frasa Dewa Zeta Nitu Zale merangkum dimensi maskulinitas dan feminitas tentang wujud tertinggi menurut orang Ngada, dan hal ini merupakan dasar religiositas yang hidup di dalam masyarakat Ngada. Ketiga, penulis menemukan bahwa ekspresi Dewa Zeta Nitu Zale menggambarkan logika berpikir orang Ngada yang mempersatukan dimensi yang transenden dan imanen tentang wujud tertinggi. Lebih jauh, logika berpikir orang Ngada ini dapat dipahami melalui tradisi verbal maupun non verbal melalui ekspresi ritus-ritus kebudayaan. Penulis melihat semuanya sebagai unsur yang tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain.