DETAIL DOCUMENT
Poligami Dalam Terang Surat Apostolik Mulieris Dignitatem Yohanes Paulus II
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
EVELINUS, Andri
Subject
261 Teologi sosial 
Datestamp
2024-10-20 10:28:09 
Abstract :
Di tengah realitas dan kompleksitas persoalan manusia di dunia ini, manusia perlu menghidupkan dan memperjuangkan kesamaan martabat hidupnya secara sadar, bebas dan bertanggungjawab. Kesamaan martabat dalam konteks ini merupakan perilaku manusia dalam hubungannya dengan sesama. Surat Apostolik Mulieris Dignitatem yang ditulis Yohanes Paulus II menjadi sangat penting dalam menciptakan pemahaman yang baik mengenai hubungan antara sesama yang semartabat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan gambaran umum tentang poligami dan Surat Apostolik Mulieris Dignitatem, dan (2) untuk memahami implikasi peran Surat Apostolik Mulieris Dignitatem dari Yohanes Paulus II dalam menyikapi poligami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Penulis menggunakan literatur-literatur yang berhubungan langsung dengan tema yang digeluti penulis yakni poligami. Obyek yang diteliti yaitu, 1) Praktek perkawinan poligami sebagai kenyataan yang dialami dan dipraktekkan dalam hidup keluarga. 2) Surat Apostolik Mulieris Dignitatem memiliki pengaruh yang besar terhadap pemahaman dan praktek hidup perkawinan yang benar menurut ketentuan kanonik dan sakramental perkawinan Katolik 3) Demi menjaga integritas nilai perkawinan dari bahaya poligami maka dianjurkan untuk melakukan beberapa cara berikut ini. Pertama, menekankan kembali pentingnya martabat dan panggilan kaum perempuan. Kedua, menekankan kembali nilai luhur perkawinan dalam keluarga. Ketiga, mengadakan sosialisasi mengenai motif dan bahaya melakukan perkawinan poligami. Keempat, perlu adanya pendampingan pasca nikah. Kelima, melakukan usaha pendampingan persuasif bagi para korban poligami. Keenam, melalui perayaan HUT pernikahan. Ketujuh, berani berdialog antara suami dan istri. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO