Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan konsep dan
pelaksanaan pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara, (2) meneliti dan menganalisis konsep
dan pelaksanaan pendidikan karakter di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Borong, (3)
mengetahui relevansi konsep dan pelaksanaan pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara dan
Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Borong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode kepustakaan dan metode penelitian lapangan. Pertama, penelitian kepustakaan.
Sumber primer penelitian kepustakaan adalah buku-buku karya Ki Hadjar Dewantara. Sumber
sekunder adalah buku-buku, artikel atau jurnal yang berhubungan dengan tema penelitian.
Kedua, penelitian lapangan dengan pendekatan wawancara, observasi dan studi dokumen.
Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Bagian Kurikulum, Tenaga
kependidikan, Peserta Didik dan Orangtua Peserta Didik.
Hasil penelitian mengatakan bahwa konsep pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara
dan konsep pendidikan karakter di SMP Negeri 3 Borong masih relevan. Keduanya sepakat
bahwa pendidikan karakter bukan hanya tugas orangtua atau keluarga melainkan juga tugas
guru di sekolah. Pertama, tujuan utama pendidikan adalah memajukan seluruh dimensi yang
dimiliki individu dan mengarah pada kuatnya eksistensi manusia sebagai individu yang bebas,
bertanggungjawab, mampu membangun relasi dengan diri sendiri, dengan Tuhan, sesama, dan
lingkungan sekitar. Kedua, Dasar pendidikan keduanya adalah kemanusiaan, kebudayaan,
kodrat alam, kebangsaan, dan kemerdekaan. Ketiga, Pendidik merupakan agen pembentukan
karakter. Pendidik memiliki tugas ganda yakni tugas mengajar dan mendidik. Selain sebagai
pengajar dan pendidik, seorang pendidik juga harus memiliki kepribadian yang baik, seperti
memiliki karakter positif, berpengetahuan, serta berpengalaman. Peran pendidik adalah
fasilitator, motivator sekaligus mitra belajar peserta didik. Keempat, Pelaksanaan pendidikan
karakter diterapkan melalui pembelajaran di kelas dan di luar kelas. Kelima, keduanya sepakat
bahwa segala macam bahan dasar pengajaran dan pendidikan bersumber dari nilai-nilai yang
dihidupi oleh masyarakat umumnya. Kelima, Metode pendidikan yang digunakan ialah
pengajaran dan keteladanan. Keenam, evaluasi pendidikan karakter bertujuan untuk
menegetahui perkembangan peserta didik. Alat evaluasi pendidikan karakter disesuaikan
dengan keadaan peserta didik. Perlu diketahui bahwa istilah-istilah dalam pendidikan karakter
yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara dan SMPN 3 berbeda tetapi maknanya sama.
Untuk mencapai hasil yang memuaskan dalam pelaksanaan pendidikan segala macam metode
dan alat-alat pendidikan harus dipersiapkan dengan baik. Dalam pemahaman Ki Hadjar
Dewantara, alat pendidikan diartikan sebagai segala cara mendidik. Pelaksanaan pendidikan
yang berhasil tidak hanya dilihat dari penguasaan ilmu pengetahuan yang dimiliki melainkan
keterampilan membawakan materi pengajaran. Karena itu, menjadi seorang pendidik harus
memiliki pengetahuan, memiliki keterampilan dalam mendidik dan mampu menjadi
pemimpin. Tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan melainkan juga mendidik
peserta didik menjadi manusia yang berkarakter. Karena itu, tugas sekolah ialah
mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi pelbagai tantangan hidup di masa mendatang.