Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
KUMPUL, Apolinaris Hendra Asian Jaya
Subject
100 Filsafat dan psikologi
Datestamp
2022-11-24 04:47:25
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan gagasan masyarakat terbuka Karl
Popper, (2) mendeskripsikan ideologi Islamisme, dan (3) menjelaskan dan mendeskripsikan
aktualitas gagasan masyarakat terbuka Karl Popper bagi kritik terhadap ideologi Islamisme.
Metode yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kepustakaan. Objek yang
diteliti ialah gagasan atau konsep masyarakat terbuka Karl Popper dan ideologi Islamisme.
Sumber data diperoleh dari buku-buku, artikel Jurnal, dan internet tentang gagasan masyarakat
terbuka Karl Popper dan ideologi Islamisme.
Pergerakan dan perjuangan kaum Islamis radikal didasarkan pada ideologi Islamisme.
Adapun pemikiran ideologis dalam Islamisme ialah (1) klaim kebenaran absolut, (2)
kategorisasi benar salah atau skema kawan-lawan, dan (3) mengonstruksi identitas tertutup.
Berpijak pada ideologi Islamisme tersebut, kaum Islamis radikal berkeinginan untuk
mendirikan negara Islam yang berbentuk khilafah dengan menjadikan syaria?t (hukum) Islam
sebagai dasar negara. Bagi kaum Islamis radikal, pendirian negara Islam merupakan sebuah
solusi alternatif untuk menggantikan tatanan peradaban Barat yang dinilai sekular serentak
memarginalisasikan peran agama dalam ruang publik. Karena itu, kaum Islamis radikal
seringkali menggunakan medium kekerasan dan bahkan pembunuhan untuk meresistensi
peradaban Barat, sebab bagi mereka pembunuhan demi memusnahkan keberadaan kaum kafir
dan mentahtahkan kedaulatan Allah merupakan sebuah bentuk ibadah kepada Allah.
Keberadaan serta penyebaran ideologi Islamisme mesti ditinjau dan dibedah dari
perspektif masyarakat plural ?di luar ajaran teologis-biblis Islam- yang bagi penulis
direpresentasi oleh gagasan masyarakat terbuka menurut Karl Popper. Gagasan masyarakat
terbuka Karl Popper dilatarbelakangi oleh kritikannya terhadap konsep historisme Plato, Hegel,
dan Karl Marx. Impaknya, masyarakat terbuka menurut Karl Popper merupakan kondisi
keterbebasan manusia dari belenggu tribalisme dan totalitarianisme serta sebuah generasi
agung yang mengutamakan rasionalisme kritis dalam berpikir dan bertindak. Karena itu, ada
beberapa prinsip-prinsip dasar dalam masyarakat terbuka, yakni (1) mengonstruksi identitas terbuka, (2) pengakuan akan kebenaran relatif, (3) anti-utopianisme, dan (4) anti-kolektivisme.
Berdasarkan tilikan masyarakat terbuka Karl Popper di atas, maka aktualitas gagasan masyarakat terbuka Karl Popper bagi kritik terhadap ideologi Islamisme dijabarkan ke dalam beberapa bagian yakni, (1) aktualitas gagasan identitas terbuka dalam masyarakat terbuka bagi kritik terhadap identitas tertutup dalam ideologi Islamisme, (2) aktualitas pengakuan akan kebenaran relatif dalam masyarakat terbuka bagi kritik terhadap klaim kebenaran absolut dalam ideologi Islamisme, (3) aktualitas prinsip anti-utopianisme dalam masyarakat terbuka bagi kritik terhadap unsur utopianisme dalam Islamisme, (4) aktualitas gagasan kebebasan individu dalam masyarakat terbuka bagi kritik terhadap unsur kolektivisme dalam ideologi Islamisme, dan (5) pemikiran ideologis dalam Islamisme dan dampaknya bagi pemahaman yang realistis mengenai politik.