Abstract :
Dewasa ini, marak terjadi kasus-kasus kekerasan yang berujung pada tindak
pembunuhan dengan motif yang beragam. Motif pembunuhan yang sering dijumpai
adalah motif dendam akibat rasa sakit hati yang berkepanjangan. Dendam sendiri
merupakan perasaan ?ingin membalas? yang muncul dalam diri seseorang, akibat rasa
sakit hati yang tidak dapat dibendung lagi. Rasa sakit hati yang tidak dapat dibendung
membuat orang berusaha mencari kesempatan untuk melampiaskan sakit hatinya itu,
agar lawannya mendapat celaka dan kemudian memberikan rasa puas bagi orang
yang mendendam tersebut.
Cerita pembunuhan Habel oleh Kain dan juga pembunahan Bernadus Tubun
oleh Bruno Bawang merupakan pembunahan yang berawal dari rasa sakit hati. Kain
membunuh Habel berawal dari rasa sakit hatinya, karena persembahannya tidak
diterima oleh Allah. Hal serupa terjadi pada kasus pembuhunan Bernadus Tubun, di
mana Bruno Bawang membunuhnya karena merasa sakit hati terhadap Bernadus
Tubun yang mengambil tanahnya. Rasa sakit hati telah menyebabkan pembunuhan
secara tahu dan mau, bahkan terhadap saudara kandung sendiri, seperti yang telah
dilakukan oleh Kain dan Bruno Bawang. Dari kedua kasus di atas maka tulisan ini
bertujuan membantu para pembaca untuk mengerti, bahwa rasa sakit hati tidak boleh
disepelekan, sebab dengan rasa sakit hati orang dapat dibutakan dan menghalalkan
segala cara untuk membalaskan rasa sakit hatinya tersebut.
Tujuan lain dari tulisan ini adalah membantu para pembaca memahami dan
mengetahui tugas dari para agen pastoral Gereja khususnya para Imam. Dengan ini
pembaca benar-benar memahami peran para Imam bukan saja memimpin misa dan
upacara-upacara lain, tetapi juga betugas untuk mengurangi dan mencegah kasuskasus
pembunuhan yang terjadi di tengah umat agar kehidupan umat menjadi damai
dan Imam dapat menjalankan tugasnya sebagai gembala yang baik. Karena gembala
yang baik tidak akan membiarkan domba-dombanya berada dalam kegelapan,
mengalami kelaparan dan jatuh di jurang yang dalam. Namun, gembala yang baik
akan menuntun domba-dombanya ke jalan yang benar agar dapat sampai pada tujuan
akhir yaitu Allah sendiri.