DETAIL DOCUMENT
Mengatasi Fenomena Bullying dan Akibat Buruknya bagi Pribadi Manusia dalam Terang Pemikiran Eric Fromm.
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
DOKE, Viktorianus Arfinance Dhae
Subject
150 Psikologi (ilmu jiwa) 
Datestamp
2022-11-22 06:11:21 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menunjukkan apa itu kepribadian yang sehat (2) menunjukkan pengaruh buruk tindakan bullying bagi kepribadian manusia (3) menggunakan pemikiran-pemikiran Erich Fromm sebagai solusi untuk mengatasi tindakan bullying. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode riset kepustakaan, untuk mencari dan mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang cara mengatasi tindakan bullying dan akibat buruknya bagi pribadi manusia dengan menggunakan pemikiran-pemikiran Erich Fromm. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tindakan bullying merupakan ancaman bagi kesehatan kepribadian seseorang. Setiap orang yang menjadi korban tindakan bullying akan mengalami depresi berat. Akibatnya, setiap korban tindakan bullying kehilangan fokus dalam menggali dan mengembangkan potensi-potensi diri yang dimilikinya. Lebih jauh, korban bullying bisa saja melakukan aksi-aksi irasional yang berdampak destruktif bagi dirinya maupun bagi orang lain. Sebagai contoh, korban bullying akan melakukan tindakan bullying dan bunuh diri sebagai bentuk pelarian dari depresi yang dimilikinya. Ini menyebabkan korban tindakan bullying tidak dapat mengembangkan aspek produktivitasnya. Padahal, aspek produktivitas merupakan aspek kunci bagi perkembangan kepribadian seseorang. Jika ditelisik lebih jauh, tindakan bullying sesungguhnya dilakukan oleh orang-orang yang mengalami gangguan kepribadian. Tindakan bullying merupakan cara pelaku untuk lari dari rasa tidak berdaya yang dialaminya dalam hidup. Ada bermacam alasan yang membuat seseorang merasa tidak berdaya. Berdasarkan faktor-faktor yang mendorong seseorang melakukan tindakan bullying, hal yang membuat seseorang tidak berdaya ada dua. Pertama, seseorang tidak mampu menghadapi tekanan lingkungan sosial di mana ia hidup. Kedua, seseorang tidak mampu mendapatkan atau mencapai hal-hal yang diinginkan. Upaya mencegah tindakan bullying sesungguhnya harus dibuat dengan cara memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang membuat seseorang tidak berdaya. Kebutuhan-kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan dasar manusia yang meliputi keterhubungan dengan orang lain, transendensi, keberakaran, jati diri, dan kebutuhan akan kerangka orientasi. Selain untuk mencegah terjadinya tindakan bullying, perlu dilakukan pula upaya penanganan terhadap korban bullying. Baik upaya pencegahan maupun penangan tindakan bullying ini, harus dibuat oleh masyarakat. secara khusus oleh institusi-intsitusi sosial yang bertugas membentuk sikap manusia. institusi-institusi itu adalah agama, keluarga, dan sekolah. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO