DETAIL DOCUMENT
Fundamentalisme Islam di Indonesia dan Intrusi Ruang Antara dalam Terang Pemikiran Politik Hannah Arendt
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
OMAS, Hilarius Yancen
Subject
297 Agama Islam, Bab-isme dan keyakinan Bahai 
Datestamp
2022-11-30 05:28:42 
Abstract :
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan (1) memahami dan menjelaskan fundamentalisme Islam yang telah, sedang, dan mungkin akan terus menjadi persoalan dalam kehidupan bersama di Indonesia sebagai satu bangsa yang majemuk, (2) menjelaskan konsepsi Hannah Arendt mengenai ruang antara, (3) menjelaskan hubungan antara fundamentalisme Islam dan intrusi ruang antara, yakni bahwa fundamentalisme Islam dapat menghancurkan politik yang dipahami Arendt sebagai ruang antara, dan (4) konsep berpikir dari Hannah Arendt sebagai alternatif yang amat penting untuk mengatasi fundamentalisme. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Objek yang diteliti adalah fundamentalisme Islam khususnya di Indonesia dalam kaitannya dengan intrusi ruang antara dalam terang pemikiran politik Hannah Arendt. Penulis menjelajahi buku-buku, jurnal, majalah-majalah, kamus, dan pelbagai sumber lain, yang dapat membantu untuk memberi pemahaman yang lebih jelas dan komperehensif berkaitan dengan objek yang dibahas dalam tulisan. Dari hasil kajian ditemukan bahwa fundamentalisme merupakan paham, lebih tepatnya, ideologi dan gerakan yang berusaha untuk kembali ke dasar-dasar ajaran iman yang asli. Secara historis, fundamentalisme merupakan istilah yang lahir dalam konteks Kekristenan Amerika. Secara khusus dalam Islam, kendatipun istilahnya relatif baru dan masih menjadi bahan perdebatan, fundamentalisme memiliki akar historis yang kompleks. Di Indonesia, fundamentalisme Islam berperan dan berpengaruh dalam seluruh perjalanan Indonesia sebagai bangsa dan negara. Fundamentalisme dapat menyebabkan intrusi ruang antara, yang menurut Hannah Arendt, dikonstruksi lewat tindakan dan pembicaraan yang mempunyai alasan adanya kebebasan dan syarat yang mencukupi pluralitas. Lewat analisisnya terhadap konsep hidup bersama dalam masyarakat Yunani Kuno, terutama gagasan Aristoteles, Arendt sampai pada pembedaan yang tajam ruang antara (ruang publik) dari ruang privat (oikos). Arendt memahami ruang di antara itu sebagai ruang penampakan (the space of appearance) dan dunia bersama (common world). Fundamentalisme sebagai bagian dari yang privat merupakan ancaman nyata bagi ruang antara. Kaum fundamentalis hendak mendominasi yang lain secara total. Jika keunikan diubah menjadi keseragaman, yang berbeda menjadi yang sama, maka politik (tindakan dan pembicaraan) kehilangan elemen konstitutifnya, dan ruang antara pun terintrusi dan bahkan lenyap. Untuk mengatasi itu, Arendt, menekankan pentingnya berpikir representatif. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO