DETAIL DOCUMENT
Konsep Perempuan Dalam Injil Yohanes, 8:1-11 Dan Relevansinya Terhadap Upaya Perjuangan Martabat Perempuan Pelacur
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
LANJONG, Moses Egideon Beato
Subject
225 Perjanjian Baru 
Datestamp
2022-11-24 06:57:53 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep perempuan dalam terang Injil Yohanes 8:1-11 yang menjadi dasar eksegetis untuk memahami peran serta tindakan Yesus dalam mengangkat kembali martabat perempuan pelacur. Dasar eksegetis dari teks Injil Yohanes 8:1-11 ini menjadi bahan rujukan yang relevan sebagai upaya perjuangkan martabat perempuan pelacur di tengah realitas kehidupan perempuan pelacur yang dianggap sebagai manusia yang rendah dengan pelbagai segregasi seksual, diskriminasi, eksploitasi, kekerasan, stigma sosial, dominasi patriarkat serta sistem ekonomi, sosial dan politik yang menindas merendahkan martabatnya sebagai pribadi manusia. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan metode deskriptif kualitatif. Objek dari penelitian ini adalah konsep perempuan menurut Injil Yohanes 8:1-11 serta relevansinya terhadap upaya perjuangan martabat perempuan pelacur. Wujud dari penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, kalimat dan paragraf yang yang mempunyai hubungan dengan konsep perempuan dalam Injil Yohanes 8:1-11, perjuangan martabat dan realitas kehidupan perempuan pelacur. Sumber data utama untuk mengkaji penelitian ini adalah literatur-literatur yang berkaitan dengan konsep perempuan dalam Injil Yohanes, martabat serta literatur-literartur mengenai pelacuran. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik non-interaktif dengan mengalisis dan mengolah berbagai literatur yang berkaitan dan relevan dengan objek persoalan yang diteliti. Berdasarkan berdasarkan hasil penelitian penulis, konsep perempuan dalam Injil Yohanes 8:1-11 dapat menjadi dasar pemahaman yang tetap aktual dalam usaha memperjuangkan martabat perempuan pelacur. Pemahaman mengenai perempuan pelacur yang selama ini adalah bahwa mereka adalah kelompok orang-orang yang secara moral sangat rendah dan karenanya pelbagai segregasi, diskriminasi, eksploitasi, kekerasan yang diperkuat oleh dominasi budaya patriarkat serta sistem ekonomi, sosial dan politik menempatkan mereka pada kondisi yang sangat rentan akan pelecehan martabatnya. Dalam pelbagai tekanan dan dominasi tersebut, martabatnya sebagai seorang pribadi (manusia) dilecehkan karena adanya suatu pendasaran yang dilegitimasi dalam masyarakat dan sistem yang timpang. Karena itu, untuk membedah pelecehan dan perendahan martabat perempuan pelacur, penulis melalui teks Injil Yohanes 8:1-11 mengemukakan beberapa poin yang relevan berikut, yakni (1) pengertian pezinah dan pelacur dalam kitab suci Alkitab; (2) ketimpangan pemahaman masyarakat terhadap perempuan pelacur; (3) transformasi sosial yang dilakukan Yesus untuk mengubah cara pandang masyarakat; (4) Yesus yang memanggil perempuan pelacur dalam pertobatan; (5) Yesus yang mengangkat kembali martabat perempuan pelacur dengan melihatnya sebagai pribadi yang utuh sama seperti manusia lain yang dikasihi Tuhan. Melalui Injil Yohanes 8:1-11, penulis ingin paradigm berpikir masyarakat serta memperjuangkan martabat perempuan pelacur sebagai seorang pribadi yang utuh sama seperti manusia lain 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO