Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) apa itu keluarga? (2) apa itu
kekerasan dalam rumah tangga? (3) apa upaya pastoral dalam mengatasi KDRT di
Paroki St. Familia Wae Nakeng menurut Familiaris Consortio?
Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang juga bisa dikatakan
sebagai elemen terpenting dalam masyarakat itu sendiri. Perubahan yang terjadi di
dalam suatu keluarga niscaya mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya di dalam
masyarakat. Keluarga sebagai suatu lembaga tentunya mempunyai nilai-nilai yang harus
dihayati guna menjaga keutuhan dan kestabilannya, dalam menghadapi tantangan
zaman saat ini, di mana hampir setiap keluarga memiliki caranya masing-masing untuk
menghadapinya. Ada banyak keluarga yang memang setia menghayati nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya, namun tak dapat dimungkiri juga bahwa masih ada keluarga
yang merasa kebingungan menghadapi situasi tersebut. Bahkan ada keluarga yang
kehilangan identitasnya sebagai keluarga disebabkan oleh setiap anggota keluarga yang
kurang atau tidak mengetahui peran mereka masing-masing. Oleh karena itu, masalah
yang sering terjadi dalam keluarga dewasa ini adalah masalah kekerasan dalam rumah
tangga. Masalah kekerasan dalam rumah tangga ini yang dialami oleh keluarga-keluarga
di Paroki St. Familia Wae Nakeng. Kekerasan yang sering terjadi dalam keluargakeluarga
di Paroki St. Familia Wae Nakeng adalah kekerasan fisik, verbal, dan seksual.
Selain itu, ada juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan, yakni
kekuatan budaya patriarki yang melihat status kaum laki-laki lebih tinggi daripada
perempuan, pendidikan, dan kehidupan ekonomi keluarga.
Praktek kekerasan dalam rumah tangga terhadap kaum perempuan dalam
kehidupan sehari-hari merupakan sesuatu yang sudah dianggap biasa. Tindakan
kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan dalam lingkungan sosial perlu diatasi.
Hal ini perlu dilakukan agar kecenderungan menghakimi orang lain secara sepihak
terhadap orang lain dapat dihilangkan dengan memupuk sikap penghargaan terhadap
harkat dan martabat orang lain. Untuk mencapai tujuan tersebut Gereja berperan penting
dalam memberikan solusi yang digunakan sebagai pedoman atau rambu-rambu
kehidupan melalui dokumen Familiaris Consortio yang ditulis oleh Yohanes Paulus II
sebagai solusi alternatif. Dokumen Familiaris Consortio memberikan pemahaman yang
benar dan pendasaran yang kuat tentang keluarga Kristen dalam dunia modern. Dengan
mengarahkan orang kepada pemahaman yang benar akan keluarga, manusia akan
dengan sendirinya menghargai sesamanya sebagai pribadi. Dengan memberikan
penghargaan terhadap sesamanya sebagai ciptaan Tuhan maka secara tidak langsung ia
juga memberikan penghargaan terhadap yang Ilahi yang sudah melekat pada diri setiap
pribadi. Dengan memperoleh pemahaman yang baik akan kehidupan keluarga maka
orang akan lebih menghargai perempuan atau isteri sebagai subjek. Relasi yang terjadi
antara subjek dan subjek akan mengantar orang pada persatuan yang tak terceraikan di
dalam sakramen pernikahan.